Legenda Urban Jepang: Kotoribako (Part 2)

Legenda Urban Jepang Kotoribako Part 2

Maaf membuat kalian semua menunggu. Wah, cerita ini ternyata meledak. Bahkan menjadi thread independen. Oh ya, aku tinggal jauh di pedesaan, jadi tolong berhenti mencari tempat tinggalku. Dan jika arus besar turis datang sekarang, itu akan menjadi menakutkan.

Tentu saja, karena kisah ini meledak, aku menjadi sedikit khawatir, jadi aku menelepon M dan S lebih awal dan memberitahu mereka apa yang sedang terjadi. M berkata, “Bahkan jika mereka tahu di mana kita tinggal, sepertinya mereka tidak tahu detailnya, jadi berhentilah mengkhawatirkannya.”

Dan kalian masih ingat beberapa pertanyaan yang aku ajukan kepada M di part sebelumnya? Inilah jawaban M.

Pertanyaan 1 & 2:

“Kotak itu hanya mempengaruhi anak-anak dan wanita di usia subur. Ayah dan adik laki-laki S akan baik-baik saja, tetapi untuk ibunya… bukankah dia sedang mengalami menopause? Nenek S juga sama. Tentu saja kau (Aku Sendiri) akan baik-baik saja.

Aku sedikit khawatir tentang K, tetapi dia tidak terlalu lama menyentuh kotak itu, jadi dia seharusnya baik-baik saja. Jika ada sesuatu yang terjadi, aku bisa membawanya menemui ayahku, jadi semuanya baik-baik saja.”

Pertanyaan 3:

M juga tidak tahu detail yang lebih baik tentang kotak itu. Kotoribako berarti ‘kotak penculik anak’. Aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Dia bisa saja berbohong untuk membuatku melupakan segalanya.

Dari cara dia berbicara kemarin, sepertinya dia berpikir semakin sedikit aku tahu, semakin baik. Tapi dia mungkin berpikir tidak ada gunanya menyembunyikan terlalu banyak tentang hal ini. Meskipun semuanya membuatku takut, tapi sekarang aku justru ingin tahu lebih banyak lagi.

Panggilan teleponku dengan S-chan

Singkatnya setelah apa yang terjadi, beberapa kontraktor datang untuk membongkar gudang dan ada sedikit keributan dengan lelaki tua di sebelah rumahnya. Dia ingin memberitahu kami bertiga tentang hal itu pada hari berikutnya.

Menurut S, dia lebih penasaran daripada takut. Sebagai seseorang yang terlibat, dia ingin tahu apa yang terjadi dan apa sebenarnya kotak itu.

Jadi, setelah berbicara dengan M, kami berempat akan bertemu lagi besok, tetapi aku tidak tahu apakah K benar-benar akan datang.

Tentu saja, mendengarnya langsung dari ayah M akan jauh lebih baik, tetapi M agak segan dengan hal tersebut sehingga agak sulit untuk bertanya. Namun, jika ada kesempatan untuk bertanya padanya, aku akan melakukannya.

Setelah sampai sejauh ini, aku memang ingin tahu lebih banyak. Tetapi aku tidak ingin melakukan apa pun yang akan membuatku kehilangan teman-teman, Jadi jika salah satu dari mereka nantinya ingin aku berhenti memposting tentang ini, aku akan langsung melakukannya.

Saat ini, detik ini, aku sedang tenggelam dalam rasa ingin tahu, tetapi disisi lain aku juga merasakan perasaan bersalah.

Aku akan menulis tentang apa yang terjadi di pertemuan kemarin. Ini akan sangat panjang. Aku tidak yakin apa yang harus dilakukan, tetapi setelah berbicara dengan mereka berempat, aku memutuskan untuk mempublikasikan apa yang terjadi. Aku juga memiliki permintaan untuk kamu semua di akhir tulisan.

Itu adalah percakapan yang cukup panjang, jadi menyimpulkan semuanya akan memakan waktu. Aku juga mendengar beberapa hal yang sangat mengejutkan, dan membuatku agak bingung.

Kami berbicara selama hampir 5 jam, dan aku mengandalkan ingatan ku untuk mendapatkan detailnya, aku telah mengisi beberapa hal dan membuatnya lebih seperti percakapan, jadi harap dipahami.

Ada juga beberapa pembahasan yang sebaiknya ku simpan sendiri.

Baca Juga:  Tsurara Onna, Wanita Es Legenda Urban Jepang

•••

Kotoribako (Part 2)

Pada malam keenam, kami berencana bertemu di rumah ku, tetapi karena semua yang terjadi dengan S dan keluarganya, serta gangguan dari pria tua tetangganya, kami akhirnya pergi ke rumah S.

Ada M, S, K, A (aku sendiri), kemudian ayah S, ibu S, dan Nenek S. Kami juga memanggil pria tua di sebelah dan akan ku panggil dengan ” J “.

Di bawah ini adalah apa yang terjadi, ketika kontraktor datang untuk menghancurkan gudang (dua hari setelah kejadian di rumahku.)

Kontraktor tiba pada tanggal 23 Mei dengan peralatan mereka dan ketika mereka mencoba memasuki halaman, J mendekati ayah S.

Ketika ayah S memberi tahu J bahwa mereka sedang menghancurkan gudang, dia mulai memprotes. Kedua pria itu berdebat dan ketika S mendengar mereka, dia berpikir bahwa mungkin J tahu sesuatu tentang kotak itu.

Dia pergi ke luar untuk bertanya kepada J tentang hal tersebut. Pada titik ini dia belum berbicara dengan keluarganya tentang apa yang telah terjadi sebelumnya.

“Jangan hancurkan gudang itu!” J berteriak.

“Apakah alasan kamu tidak ingin menghancurkannya karena kotak itu?” S bertanya.

J terlihat sangat, sangat terkejut dan dengan panik bertanya padanya, “Apakah kamu menemukan sebuah kotak?” “Apa yang terjadi dengan kotak itu?” “Apakah kamu baik-baik saja?”

Ketika S menceritakan apa yang terjadi, J menyalahkan dirinya sendiri dan meminta maaf padanya.

“Itu karena aku tidak mengatakan apa-apa sehingga ini terjadi. Ada sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan keluargamu segera,” katanya dan kemudian kembali ke rumah.

S kemudian memberitahu ayahnya yang terperangah tentang apa yang terjadi. Kemudian, setelah S mendengar tentang yang dikatakan J, dia ingin memberitahu kami apa yang terjadi, tetapi J tidak menunjukkan tanda-tanda akan benar-benar datang untuk berbicara dengan keluarganya, jadi dia kesal. Hingga kemarin dia mendapat telepon dariku.

Dengan datangnya M juga, dia pikir hari ini akan menjadi satu-satunya kesempatan bagi kita semua untuk mendengar kisah yang harus J ceritakan, jadi dia meyakinkan ayahnya untuk turut mengundang pria tua itu.

Cerita M

Ayah S bertanya kepada J apakah dia bisa menceritakan apa yang dia ketahui kepada kami, tetapi melihat kami sebagai orang luar, dia tampak ragu-ragu. Kemudian M berkata, “Apakah Anda keberatan jika aku bercerita terlebih dahulu?”

M: “J-san, kotak itu awalnya milikmu, ya? Jika Anda menyebutkan kata ‘kutukan’ kepada seseorang akhir-akhir ini, mereka mungkin hanya memikirkan cerita horor, tetapi kotak itu adalah sesuatu yang lain. Aku telah mendengar banyak dari ayah serta kakekku dan melihat mereka membuang beberapa kotak seperti itu.

Mereka tidak pernah bercanda ketika ada yang berbicara tentang kotak-kotak itu. Mereka bahkan memiliki buku besar yang merinci semua transaksi mereka dengan itu semua. Dan meskipun itu mungkin sebuah kecelakaan, telah banyak orang-orang yang meninggal karena kotak itu, yang tentunya sudah anda ketahui J-san.

Ayahku awalnya tidak percaya, tetapi fakta bahwa kali ini aku memang terlibat langsung dengan apa yang terjadi, membuat kami berdua memeriksa buku besar itu tadi malam. Dan hasilnya menunjukkan bahwa lokasi Shippou adalah rumah J-san. Jika itu benar, maka ada sesuatu yang tidak beres.

“Tentu saja,” kata ayahku.

Keluarga kami memiliki aturan untuk tidak terlibat dengan Kotoribako, tetapi kali ini kami tidak punya pilihan. Ayahku ingin datang, tetapi karena akulah yang memurnikan kotak itu, akulah yang ada di sini hari ini.”

Baca Juga:  Jin Pengabul Permintaan

J-san terdiam, bersama dengan yang lainnya. Bagaimanapun, ini adalah sesuatu antara M dan J.

M: “Sekarang, J-san. Jika kotak itu ada di rumahmu, tentu tidak mungkin ayah S mengetahuinya. Itu yang aku bisa mengerti. Jadi kakek S menerima kotak itu dari rumah tangga T, dan kemudian meninggal tak lama kemudian, kan?

Menurut buku besar, dalam waktu satu tahun kotak tersebut berpindah dari rumah T ke rumah S lalu ke rumah J. Kakek S tidak sempat memberi tahu putranya tentang kotak itu, yang bisa kami pahami. Selain itu, mengingat peraturan jumlah tahun yang ada, agak sulit untuk berpikir bahwa sekarang adalah giliran ayah S.

Kemungkinannya, itu adalah giliran rumah Anda atau rumah T. Tapi, yang terjadi justru kotak itu muncul di rumah S. aneh, bukan? Aku belum banyak mengambil bagian dalam pekerjaan keluargaku, jadi aku belum melihat buku besar dengan lebih seksama, aku hanya memeriksanya kemarin dengan ayahku dan terkejut.

Sampai aku mendengar cerita S, aku pikir mungkin hanya ada kekeliruan, dan Anda tidak tahu keberadaan kotak itu, tetapi ternyata Anda tahu, bukan? Meskipun Anda tahu kotak itu, Anda tidak mengambilnya. Kemudian, meskipun Anda tahu itu di rumah S, Anda tetap diam tentang hal itu.

Kali ini aku dapat memurnikan kotak itu, dan jika anda hanya berpura-pura bodoh selama interogasi, Anda berpikir itu akan menjadi akhir dari kejadian ini.

Jika ada satu dua hal yang menyebabkan tidak ada yang tahu kotak itu ada di rumah S, maka itu akan baik-baik saja… Tapi anda tidak sabar, dan anda takut.. Aku bahkan tidak akan berada di sini hari ini jika kami tidak melihat buku besar kemarin malam.

Kami memiliki aturan, dilarang keras bagi kami untuk datang ke sini, datang ke rumah keluarga yang memiliki kotak, jadi aku… ingin Anda melihat melewati fakta bahwa aku ada di sini hari ini. Aku harus datang.

Aku marah. Begitu juga ayahku. Tetapi kami memahami bahwa harus mengikuti pengaturan yang dibuat oleh leluhur yang belum pernah kau temui juga termasuk jahat. Anda ingin lari darinya; Aku mengerti. Aku juga.

Ketika aku melihat Kotoribako hari itu, yang ingin aku lakukan hanyalah melarikan diri. Kejadian itu memang hanya waktu yang singkat, tetapi tidak ada yang lebih kuinginkan selain menjauh dari benda itu.

Harus menyimpannya selama sepuluh tahun, atau puluhan tahun, aku tidak bisa membayangkan betapa menakutkannya itu. Tetapi jika hal semacam ini terjadi di sini, maka akan ada masalah ketika berhadapan dengan semua kotak lainnya.

S hampir tidak pernah mendekati kotak itu, dan hanya kebetulan kami bertemu hari itu… jika tidak, S mungkin sudah mati. Dan sekarang kotak-kotak lain mungkin juga menyebabkan kerusakan yang tidak diketahui. Jadi, aku ingin Anda memberitahuku, mengapa ini terjadi?

Tidak hanya itu, K juga ada di sana, dan dia seorang wanita. Tentu saja, dia bisa melahirkan juga. Dia bukan orang luar, dia korban. Dan orang itu (M Menunjukku), dia mungkin orang luar, tapi mungkin juga bukan. Namanya OO. Itu nama keluarga yang cukup umum untuk hal ini, bukan? ”

Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Tapi J-san menatapku dan berkata, “Ah… baiklah…”

 

PS: Karena sudah larut, aku akan menuliskan cerita dari J di postingan berikutnya.

There are things known and there are things unknown, and in between are the doors of perception ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
error: Alert: Konten Dilindingi !!