Tragedi Tsunami Aceh

Tragedi Tsunami Aceh

Tsunami Aceh Diduga Karena Ulah Tangan Manusia

Hingga detik ini di dalam dunia konspirasi, termasuk para pakar, pemerhati dan peneliti masih mempercayai bahwa tsunami Aceh pada tahun 2004 silam adalah akibat ulah tangan manusia. Bukan karena alami gempa bumi Samudra Hindia yang selama ini diberitakan oleh media.

Mereka percaya bahwa tragedi tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat dengan menggunakan sebuah kapal selam kedua terbesar mereka, yaitu USS Jimmy Carter (SSN-23).

USS Jimmy Carter merupakan kapal selam dengan tenaga nuklir terbesar dan tercepat yang pernah dimiliki oleh Amerika Serikat. Kapal ini digunakan untuk misi yang sangat rahasia dan juga dijaga ketat oleh keamanan tertinggi Amerika Serikat.

USS Jimmy Carter dibuat dan dimodifikasi secara khusus agar menjadi jenis kapal salam pengawas, pengintai dan tersamar. Kapal ini merupakan kapal yang paling “tenang” karena sama sekali tidak mengeluarkan suara meskipun melaju dengan kecepatan 40 knot di kedalaman yang fantastis. Inilah yang membuar USS Jimmy Carter cocok untuk melakukan operasi spionase dan juga sabotase.

Para Peneliti percaya bahwa kapal selam ini memiliki teknologi Ultimate Stealth Weapon, yang salah satunya adalah sekumpulan perangkat seismik yang dapat menyebabkan bencana alam sekala besar.

Dipersenjatai dengan rangkaian senjata Seawolf Class, membuat kapal selam ini dengan mudah mempertahankan diri di perairan asing. Kapal selam ini juga memiliki lambung kapal lebih sepanjang 30 meter, sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan penelitian dan uji coba operasional teknologi terbaru.

Kapal Selam USS Jimmy Carter Penyebab Tsunami Aceh

Dua konspirator besar, bernama Trowbridge H.Ford dan Jim W. Dean percaya bahwa USS Jimmy Carter menjadi penyebab tsunami Aceh, atau dikenal di dunia internasional dengan sebutan The Indian Ocean Tsunami.

Tsunami Aceh merupakan tsunami dalam skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, Ford dan Dean juga mencatat bahwa tidak pernah ada peringatan akan terjadinya keruntuhan besar di lokasi Patahan Sumatra yang berada di Lautan Hindia, dimana gempa tersebut dimulai.

Melihat bahwa negara-negara yang terkena dampak tsunami tersebut sebagian besar adalah negara dengan mayoritas Muslim, Ford dan Dean berpendapat bahwa serangan tersebut ditargetkan sebagai perang pemerintahan Bush terhadap teror – Bush administration’s war on terror.

Mereka secara khusus menuduh Menteri Pertahanan AS saat itu, Paul Wolfwits dan juga Kepala Operasi Angkatan Laut, Admiral Vern Clark sebagai perencana serangan tersebut. Menurut Ford, serangan tersebut merupakan bagian dari tujuan jangka panjang Menteri Pertahanan AS, untuk membangun Orde Baru dimana Amerika akan menjadi mitra yang dominan.

Menteri Amerika Serikat

Pertama, bencana itu akan menghancurkan negara muslim beserta populasinya yang merupakan musuh Amerika, lalu negara-negara tersebut akan bergantung pada bantuan US$14 miliar dolar yang diberikan oleh negara barat yang tentu saja dipimpin oleh Amerika. Hal ini akan memberikan kesempatan untuk AS membangun lebih banyak pangkalan-pangkalan militer internasional, diluar negara AS sendiri, mirip seperti pangkalan AS-Inggris, Diego Garcia

Ketika pangkalan Diego Garcia akan dibangun, Inggris secara paksa memindahkan semua penduduk setempat agar pangkalan militer kolaborasi antara AS dan Inggris tersbut akhirnya dapat dibangun.

Seiring dengan Pembangunan Pangkalan Angkatan Udara Anderson milik AS di Guam, lokasi Diego Garcia adalah aset Amerika yang paling strategis di kawasan Asia Pasifik. Dari pangkalan tersebut lah pesawat-pesawat bomber NATO menjatuhkan bom-bom mereka di negara-negara Muslim, terutama di Timur Tengah, dan akan diakhiri dengan perang saudara yang abadi bahkan hingga detik ini.

Dengan lebih banyak basis AS di luar negaranya, maka akan memberi Washington pengaruh yang dibutuhkannya untuk mendorong dan menerapkan kebijakan perdagangan yang menguntungkan bagi Amerika. Seperti yang kita ketahui saat ini, proses globalisasi memang didorong cepat oleh perdagangan, jadi tentu saja siapapun yang mengendalikannya, maka dapat juga mengendalikan pemerintahan dunia.

Peta Diego Garcia

Sementara itu, Paul Wolfowitz meninggalkan perannya di pemerintahan AS pada musim panas tahun 2005. Disusul dengan diperpanjangnya masa jabatan Admiral Vern Clark yang disertai dengan setujunya Departemen Pertahanan AS yang memberikan USS Jimmy Carter masa satu setengah tahun lagi untuk membuat perubahan.

Apakah semua itu hanya kebetulan? Well, kita tidak ada yang tahu. Para skeptis menyampaikan bahwa USS Jimmy Carter ditugaskan pada bulan Februari 2004, atau dua bulan setelah tsunami. Kemudian ia kembali ke Connecticut dari pengujian operasinya pada tanggal 19 November 2004. Dengan kata lain, kapal selam ini bukan berada di Samudra Hindia yang memicu tsunami Aceh.

Namun, Ford dan Dean percaya bahwa kapal selam yang dilihat para skeptis tersebut dan sedang docking pada bulan November 2004  bukanlah USS Jimmy Carter, namun kapal selam USS Toledo. Mereka mengatakan bahwa kapal selam di foto-foto resmi yang dirilis, lebih kecil dari USS Jimmy Carter yang sebenarnya lebih panjang.

Selanjutnya, Ford dan Dean memberitahukan fakta yang sangat penting bahwa kapal USS Jimmy Carter selalu “memasang sapu” yang terlihat terbalik saat kembali dari sebuah operasi sangat rahasia  Di dunia maritim, penempatan sapu ijuk terbalik, adalah pertanda atau sebuah kode simbolik pada kapal perang jika mereka telah sukses “menyapu” musuhnya. dalam artian berhasil membinasakan atau melakukan pembantaian massal terhadap musuhnya.

Simbol Sapu Terbalik

Sapu atau disebut sebagai “broom” ini adalah isyarat simbolis yang dibuat pada masa perang dulu. Jadi, jika USS Jimmy Carter keluar dari pangkalannya hanya untuk melakukan pengujian performa kapal, mengapa dan untuk apa kapal selam itu mengikat kode “sapu” tersebut?

Selain itu kapal selam USS Jimmy Carter juga mengibarkan bendera “Bajak Laut” atau disebut sebagai bendera “Jolly Roger” yang berwarna hitam dengan gambar tengkorak dan dua buah tulang yang menyilang, menandakan sebuah kemenangan atau kesukesan dalam suatu misi. Hal ini juga terlihat dari bendera “Bajak Laut” yang memiliki banyak simbol, dimana semakin banyak simbolnya maka semakin banyak juga misi rahasia yang berhasil diselesaikan.

Jadi ketika berhasil dama suatu misi khusus dan telah mengibarkan bendera “Bajak Laut”,  maka apapun kapalnya, untuk seterusnya akan mengibarkan bendera tersebut selama kapal itu masih dapat berlayar, kemana pun dan dimana pun. Seperti halnya yang terjadi pada kapal pelatih kadet Indonesia, KRI Dewa Ruci yang selalu mengibarkan “Bendera Bajak Laut” karena telah beberapa kali sukses dalam misinya keliling dunia.

Simbol Bajak Laut

USS Jimmy Carter merupakan kapal selam paling misterius di dunia. Enam tahun kemudian para ahli percaya bahwa USS Jimmy Carter menggunakan “senjata”nya untuk menyebabkan gempa besar di Tohoku yang dikenal oleh dunia dengan The Great Tohoku Earthquake yang berskala 9.0 SR pada 11 Maret 2011. Gempa terbesar dalam sejarah Jepang ini menyebabkan lebih dari 24.000 korban tewas.

Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard milik NASA, mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian tersebut, satelitnya mendeteksi anomali peningkatan emisi infra merah yang besar dari pusat gempa, juga kandungan elektron pada ionosfer di atas pusat gempa meningkat secara dramatis hingga tiga hari sebelum gempa terjadi.

Anomali tersebut lah yang menjadi salah satu bukti nyata dari perangkat misterius yang ada di kapal USS Jimmy Carter. Lonjakan inframerah dan percikan elektron pada hari-hari sebelum gempa tersebut, dipandang sebagai bukti positif yang dikenal sebagai “Mekanisme Kopel Litosfir-Atmosfir-Ionospir”.

Hal ini mengacu pada teori ilmiah bahwa jika terjadi tekanan besar pada patahan (fault) sebelum gempa, maka sebelumnya telah terjadi pelepasan gas Radon dalam jumlah yang sangat besar di sekitar wilayah tesebut.

Kemudian radioaktivitas dari gas tersebut akan mengionisasi udara, yang kemudian akan menciptakan percikan-percikan elektron (electron spike). lalu ion-ion itu akan menarik molekul air, sehingga memicu pengembunan uap air dalam skala yang sangat besar. Proses kondensasi ini kemudian akan melepaskan panas, dan menjadi penjelasan adanya percikan yang dapat terlihat pada inframerah yang terdeteksi oleh satelit.

Gempa dan Tsunami di Tohoku Jepang

Sementara itu, tambahan panjang 30 meter pada lambung USS Jimmy Carter, sengaja dirancang untuk penempatan suatu jenis kendaraan yang dapat beroperasi dalam jarak jauh, dan dilengkapi dengan sistem pengiriman Navy SEAL agar dapat digunakan oleh Pasukan Operasi Khusus  Itu sebabnya kenapa kapal selam USS Jimmy Carter yang dari kelas Seawolf-class ini, tak seperti kapal-kapal selam pendahulunya yang tidak memiliki lambung 30 meter lebih panjang.

Saat ini ia telah beroperasi selama 13 tahun lebih, namun tidak ada satu misi pun yang diketahui secara resmi oleh publik. Tentu saja, hal ini membuat para theorist lebih mudah untuk berspekulasi dengan tujuan sebenarnya kapal tersebut.

Perang melawan teror, atau yang lebih dikenal dunia dengan “War on Teror” telah berkembang sedemikian rupa hingga menjadi yang terburuk. Musuh Amerika bahkan telah jauh bertambah dibandingkan sebelumnya, dan tentunya terdiri dari banyak kebangsaan dan kepercayaan.

 

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *