Legenda Urban Jepang: Kotoribako (Part 3)

Legenda Urban Jepang Kotoribako Part 3

Maaf membuat kalian menunggu. Setelah mendengar cerita M kemarin, mungkin banyak dari kalian yang masih bingung dengan apa yang dikatakan olehnya, banyak kepingan teka-teki yang harus disatukan.

Jadi kali ini aku akan memposting cerita sekaligus jawaban dari J-san yang mungkin dapat sedikit menguak misteri mengenai kotak kotoribako dan insiden yang kami hadapi sebelumnya.

Kotoribako (Part 3)

Cerita J-san

J: “Kurasa, Aku harus menjelaskan tentang kotak itu dulu. Baik rumah S, J, dan T yang ada di seberang kami telah menjaga Chippou (Awalnya aku pikir itu Shippou tapi ternyata Chippou). Kotak itu telah digilirkan di antara tiga rumah kami.

Kami bergiliran menjaganya, dan setelah kepala rumah tangga meninggal, rumah tangga berikutnya menerimanya dari ahli waris pemilik sebelumnya, dan kemudian mereka menyimpannya sampai mereka mati, kemudian diteruskan ke rumah tangga berikutnya lagi, berulang-ulang.

Kepala rumah tangga menjelaskan tentang kotak itu kepada keturunan berikutnya. Jika belum ada, mereka akan menjelaskan setelah mereka mendapatkan ahli waris. Jika karena alasan tertentu kepala rumah tangga juga tidak dikaruniai ahli waris, maka kotak tersebut akan berpindah ke rumah berikutnya.

Itu sama untuk semua pihak. Ada tiga atau empat rumah tangga lain yang memiliki kotak. Kami mencoba untuk tidak berbicara dengan yang lain. Alasan kotak itu diedarkan adalah untuk melemahkan apa yang ada di dalamnya.

Ketika kepala rumah tangga menerima kotak itu, mereka harus menjauhkannya dari wanita dan anak-anak.

Kemudian, rumah-rumah yang tidak memiliki kotak harus mengawasi rumah yang memiliki kotak tersebut. Lalu mereka menerima jimat kertas dari keluarga M, dan harus mengganti yang lama yang telah ditempelkan di kotak itu.

Rumah tangga akan menyimpan kotak tersebut selama beberapa tahun, dan setelah bagian dalam kotak melemah, maka akan dilaporkan kepada keluarga M untuk diurus. Benda itu akan dibawa ke kuil keluarga M.”

M: “Kalau begitu, seperti kesepakatan keluargaku di masa lalu, kami mengurus kotak itu… sebuah upacara peringatan untuk orang yang sudah meninggal. Layanan ini diadakan dengan semua kotak, semua pemilik kotak saat ini dan buku besar.”

J: “Itu benar. Awalnya, aku seharusnya menerima kotak itu setelah kakek S meninggal. Tapi, jujur ​​saja, aku takut. Aku sangat menyesal, tolong maafkan aku. Setelah T meninggal, dan kemudian kakek S meninggal juga, aku takut, meskipun aku tahu itu tidak berpengaruh pada laki-laki.

Aku takut ketika berpikir ayah S akan membawakanku kotak itu. Tapi, setelah pemakaman dan beberapa hari berlalu dia tidak pernah membawanya. Aku pergi dan berbicara dengan keluarga T tentang hal itu, dan kami pikir mungkin saja ayah S tidak tahu tentang kotak tersebut, dan mungkin ini adalah kesempatan kami untuk melepaskan diri dari itu semua.

Baca Juga:  Legenda Urban Betobetosan Yang Disukai Gadis Jepang

Hal pertama yang aku lakukan adalah bertanya secara tidak langsung tentang kotak itu, untuk memastikan apakah dia mengetahuinya atau tidak.

Kami terus memperhatikan gudang, dan setelah T mengganti jimat kertas di kotak itu, kami berencana untuk pindah, sehingga pihak lain akan berpikir, ‘Ah, keluarga itu sudah selesai dengan kotak itu sekarang.’

Aku terus mengawasi rumah tangga S. Kemudian, setelah jumlah tahun yang ditentukan berlalu, aku akan mengirim kotak itu ke kuil M. Lalu… aku sangat, sangat menyesal. Karena rumah tangga S tidak tahu tentang kotak itu, bahkan jika ibu S atau S meninggal, aku pikir aku tidak akan tertangkap, karena kelompok keluarga lain tidak boleh terlibat dengan kotak lainnya.

Aku hanya mendiskusikan ini dengan T. Aku sangat menyesal. Aku tidak tahu apa-apa tentang kotak lainnya. Aku tidak pernah berpikir itu akan benar-benar terjadi, aku sangat menyesal ”

J-san berlutut dan meminta maaf, berulang kali. Ayah S rupanya diberitahu oleh ayahnya untuk tidak mendekati gudang. Dan kenyataannya, gudang itu memang sangat menyeramkan sehingga dia juga tidak pernah berpikir untuk mendekatinya.

Kemudian, ketika mereka mulai berencana untuk merobohkannya, S menemukan kotak itu ketika sedang membersihkan. Ayah, ibu, dan nenek S tidak bisa mempercayainya, tetapi ternyata nenek S mengerti apa itu. Dia seharusnya berkata, “Jadi itu sebabnya dia tidak ingin kita berada di dekat gudang.”

Cerita M

M: “Begitu, jadi itulah yang terjadi. Meski tidak mengambil kotak itu, Anda harus memantaunya, dan pada akhirnya Anda tetap tidak bisa lepas darinya. Anda harus mencemaskan tentang hal itu selama berapa tahun lagi? Apakah itu 19 tahun? Jika Anda mengambilnya, pada akhirnya aku tetap harus memurnikannya, ya?

Ayah, ibu, nenek, dan S… cerita ini mungkin tidak masuk akal, dan kalian mungkin tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi ini kenyataan, dan kalian mungkin berpikir itu konyol, tapi ini nyata.

Tapi aku ingin kalian tidak marah pada J-san. Mengingat dia tahu apa yang ada di dalam kotak itu, tentu saja dia ingin melarikan diri. Tapi kotaknya sudah hilang sekarang, jadi tidak apa-apa. Maafkan J dan anggap ini hanya seperti kisah yang menarik yang baru saja kalian dengar. Aku ingin kalian memaafkannya.”

J-san melihat ke bawah dan menundukkan kepalanya. Melihatnya, dia tampak agak menyedihkan.

M: “Selain itu, kalian semua mungkin ingin tahu apa yang ada di dalam kotak itu. Setelah sampai sejauh ini, aku ingin kalian terus mendengarkan sampai akhir. Aku tidak tahu semuanya, tetapi aku akan memberitahu kalian apa yang kutahu.

Masalah Kotak ini sudah selesai, jadi aku pikir itu tidak akan menjadi masalah, tetapi pada kenyataannya masih ada dua kotak tersisa yang mungkin harus kutangani di beberapa tempat, jadi ini adalah keputusanku untuk memberitahu kalian. Ditambah, itu adalah sesuatu yang memang seharusnya diberitahukan kepada ayah S, dan A juga terus bertanya kepadaku tentang hal itu.

Baca Juga:  Sebuah Foto di Gubuk Tua

Jadi, Kotak itu disebut kotoribako, yang berarti ‘kotak penculik anak’. Kotak itu dibuat dari paruh kedua tahun 1860-an hingga awal tahun 80-an dan diisi dengan mayat anak-anak yang dibunuh oleh orang tua mereka.

Di masa lalu, desa ini adalah tempat diskriminasi dan penganiayaan yang mengerikan, sangkin mengerikannya, anak-anak lah yang sering menjadi korban dan tewas. Desa Yoshida (Disamarkan) berada di bawah kendali keluarga Yoshida, dan penganiayaan di tangan mereka sangat mengerikan.

Kemudian, ketika pencari nafkah rumah tangga menginginkan anak, mereka akan melakukan apa yang harud dilakukan dan memilikinya, tetapi tanpa upah yang layak, sulit untuk membesarkan mereka, sehingga mereka akan membunuh anak mereka sendiri.

Kalian mengerti apa yang kukatakan sejauh ini, bukan?

Kalian pasti tahu tentang pemberontakan di Kepulauan Oki pada paruh kedua tahun 1860-an, bukan? Pemerintah membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menekannya, tetapi pada saat itu salah satu orang yang terlibat dalam pemberontakan melarikan diri ke desa ini.

Kalian mempelajari tentang alasan sebuah revolusi, di sekolah, kan? Ya itu karena Oki adalah negeri yang sangat makmur.

Selain itu, nama pemberontak yang melarikan diri tersebut adalah OO.”

Huh? Kenapa namanya sama dengan nama belakang ku? 

There are things known and there are things unknown, and in between are the doors of perception ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
error: Alert: Konten Dilindingi !!