Lukisan di Pondok

Aku memiliki hobi yang cukup menantang, yaitu Berburu. Jadi suatu hari, aku memutuskan untuk pergi berburu rusa di sebuah hutan. Namun sepertinya aku sedang sial, bukannya hasil buruan yang aku dapatkan melainkan kehilangan arah di hutan yang sunyi dan agak menyeramkan itu.

Ya, aku tersesat ..

Sebelum malam tiba, aku harus terus berusaha mencari jalan keluar dari hutan terkutuk ini. Namun hasilnya .. ya seperti yang bisa kalian tebak, aku masih tersesat hingga bulan menunjukan wajahnya, ditambah dengan rasa lelah yang luar biasa serta perut keroncongan karena semua bekalku sudah habis.

Untungnya, nasib sepertinya bosan memberikanku kesialan terus menerus. Setelah aku menyebrangi sungai kecil untuk sampai ke sisi seberang hutan, aku menemukan sebuah pondok yang sepertinya tak berpenghuni.

Hari sudah malam, dan aku sudah sangat lelah, selain itu tentunya sangat tidak mungkin untuk aku melanjutkan perjalanan, bisa-bisa aku mati ditengah hutan yang gelap gulita. Jadi tanpa pikir panjang akupun langsung masuk ke dalam pondok itu.

 

Lukisan di Pondok

 

Ternyata pondok tersebut benar-benar kosong dan hanya ada satu ranjang yang berada di tengah-tengah ruangan tanpa ada perabotan lainnya. Akupun langsung mengistirahatkan badanku di sana. Aku berusaha untuk tidak tertidur, karena takut jika pondok ini masih ada pemiliknya.

Saat itu aku mencoba memperhatikan lebih detail isi pondok tersebut, ternyata aku baru sadar bahwa di sekeliling dindingnya banyak sekali lukisan – lukisan wajah yang sangat detail, mungkin jumlahnya puluhan. Namun sialnya, karena sangat detail, lukisan tersebut seperti hidup dan membuatku sangat tidak nyaman. Lukisan-lukisan itu seakan-akan menatapku dengan penuh kebencian.

Entah mengapa aku jadi tidak berani menatap lukisan-lukisan di pondok tersebut terlalu lama. Aku menutup mata, dan merebahkan badanku, aku sudah tidak peduli lagi apakah pondok tersebut ada pemiliknya atau tidak. Aku hanya butuh tidur karena tubuhku sudah tidak sanggup lagi untuk terjaga.

 

Lukisan CreepyPasta Indonesia

Keesokan harinya, sinar cahaya pagi mulai menerobos masuk melalui celah dinding kayu di pondok dan membangunkan diriku. Dengan posisi masih masih mengantuk aku berusaha membuka mata agar terbangun. Aku segera membereskan barang-barangku untuk meninggalkan pondok, sampai akhirnya aku menyadari sesuatu yang aneh.

Dimana puluhan lukisan yang aku lihat semalam?

Semuanya hilang, kecuali puluhan jendela-jendela yang mengelilingi dinding pondok tersebut. 

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *