Sindrom Cotard

Sindrom Cotard
CreepyPasta Indonesia

Hari ketika aku bunuh diri adalah hari dimana aku merasakan cinta untuk pertama kalinya. Aku sangat mengingatnya.

Dia memang tidak bisa melihatku. Itu sudah pasti. Namun di sini aku dapat melihatnya sangat jelas. Aku terpesona. Cara dia meraba barang-barang kesayangannya, cara dia bersentuhan dengan orang lain, bahkan cara dia berjalan sangat memperlihatkan bahwa dia menghargai hidup ini.

Semua hal yang kudambakan ada pada dirinya.

Akupun memutuskan untuk menghantui rumahnya. Aku memang tidak dapat bersentuhan dengannya, namun aku selalu bisa mengamatinya dalam diam, terutama ketika dia sedang tidur. Dan aku tahu pasti dia tidak bisa merasakan kehadiranku.

Aku terkadang meninggalkan hadiah-hadiah kccil, seperti sebatang coklat dan setangkai mawar untuknya. Aku hanya ingin meyakinkan dirinya bahwa ada seseorang yang dengan sungguh-sungguh menyayangi dan mencintai dirinya. Meski aku tahu dia tidak bisa melihatku.

Pada akhirnya, rasa cintaku yang sangat kuat berhasil dia rasakan sesekali. Ia mulai memanggil-manggil diriku, bertanya apakah ada seseorang di rumahnya. Melihat hal tersebut hatiku sangat tersentuh.

Kematian kelak akan menjemputnya, dan ketika saat itu tiba, aku tahu kita akhirnya akan bersatu selamanya. Saat kematian tiba, dia akhirnya dapat melihat sosokku, sosok yang sangat mencintai dirinya. Aku tahu, ketika itu terjadi, ia akan menatap mataku dalam-dalam dan berkata bahwa dia juga sangat mencintai diriku.

Namun.. hari ini menjadi hari yang sangat menyedihkan untukku. Aku tahu dia mungkin takut karena tak dapat melihat sosok ku. Dia menelepon seseorang untuk datang ke rumahnya. Sepertinya orang-orang itu adalah dukun atau cenayang.

Mereka menggunakan pakaian serba biru. Mereka memaksaku pergi, dan memisahkan diriku darinya. Caranya sangat kasar. Mereka terus berusaha mengusirku dari rumahnya. rumah KAMI!

Delusi Cotard


CreepyPasta Indonesia: Fotografer Magang


Aku tidak dapat mengingat apa-apa lagi. Aku tak tahu dimana ini. Aku terbangun di sebuah ruangan serba putih. Dan.. orang-orang itu memberikanku banyak pertanyaan.

Bagaimana mereka bisa melihat sosokku?

Sepertinya aku tahu sekarang aku berada dimana. Ini pasti tempat yang sering disebut oleh mereka yang masih hidup, Alam Akhirat.

Orang-orang itu berpakaian serba putih. mereka terus menerus memberikanku pertanyaan dan juga berbagai kebohongan.

Mereka terus berkata bahwa aku belum mati, dan lebih kejamnya lagi, mereka memfitnahku masuk dan tinggal tanpa ijin di rumah seorang wanita buta. Mereka menyebutku orang gila.

Namun aku tidak bodoh. Tentu saja aku tahu itu semua bohong, dan mereka semua sedang mencoba berdusta di depanku!

Untungnya aku berhasil lolos. Meskipun aku harus sedikit menyakiti malaikat berbaju putih untuk merebut kuncinya. Sekarang .. aku sedang kembali ke alam manusia.

Tunggulah cinta sejatiku. Aku akan segera ke sana dan membawamu ke alam kematian agar tak ada lagi yang dapat memisahkan kita berdua.

There are things known and there are things unknown, and in between are the doors of perception ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
error: Alert: Konten Dilindingi !!