Bilik Telepon

Bilik Telepon
CreepyPasta Indonesia

Cerita ini mengisahkan tentang dua orang sahabat, Onoda dan Kagami. Mereka sangat menyukai kisah misteri, horor dan semacamnya. Setiap kali bertemu mereka pasti saling bertukar cerita-cerita tersebut.

Suatu saat mereka berdua berjanji temu untuk mengobrol. Karena sudah mengetahui kebiasaan mereka, Onoda mencoba mencari sebuah kisah seram yang akan diceritakan kepada kagami nanti. Ternyata ia menemukan sebuah wesbite yang membahas sebuah legenda seram

Legenda tersebut menceritakan mengenai sebuah jembatan gantung yang ternyata tidak jauh juga dari desa tempat tinggal mereka. Onoda sangat yakin bahwa Kagami akan menyukai kisah seram ini.

Mereka berdua akhirnya bertemu, dan Onoda dengan semangat menceritakan kisah legenda mengenai jembatan gantung tersebut. Ternyata jembatan itu sudah sangat tua dan digunakan untuk menyebrangi sebuah jurang menuju ke dalam hutan di sisi seberang gunung.

Jembatan gantung tersebut terkenal karena banyak orang yang melakukan bunuh diri di sana. Tercatat setiap tahunnya ada 30-40 orang yang melompat dari jembatan itu. Hal ini membuat warga sekitar percaya bahwa jembatan itu dihantui oleh para arwah yang suka mengajak siapapun yang ingin melewatinya untuk bunuh diri.

Tertarik dengan legenda mengenai jembatan gantung itu. Kagami memutuskan untuk mengunjunginya ketika berpisah dengan Onoda. Ia sangat penasaran dan ingin melihat arwah-arwah gentayangan secara langsung.

Membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di sana. Karena terlalu asik mengobrol dengan sahabatnya, Kagami terpaksa berangkat ketika hampir tengah malam.

Sesampainnya di jembatan itu, Kagami langsung merasakan suasana yang sangat menyeramkan. Selain tak ada siapapun di sana, udara yang dingin dan heningnya malam sukses membuat ia merinding.

“Wow, aura di tempat ini benar-benar menyeramkan”, gumamnya dalam hati.

Baca Juga:  Pembersih Jendela

Dengan hati-hati ia mencoba berjalan ke tepi jurang dan melihat ke bawah. Ia berpikir mengenai semua orang yang telah melompat ke dalam jurang itu, apakah benar semuanya disebabkan oleh hantu atau arwah seperti yang dikatakan banyak orang.

Di sela-sela pikirannya yang menegangkan tersebut, Kagami sadar ia harus menelepon sahabatnya untuk memberitahukan mengenai tempat ini sekaligus ingin pamer.

Jembatan Gantung Seram


CreepyPasta Indonesia: Melihat Masa Depan


Ia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Onoda, tapi ternyata di atas gunung ini, tidak ada sinyal. Untungnya ia melihat sebuah telepon umum tidak jauh dari tempat ia berdiri. Segeralah ia kesana, memasukan beberapa koin dan kembali mencoba menghubungi Onoda.

“Halo? Hei Onoda! Ayo tebak sekarang aku sedang ada dimana?!” tanyanya dengan semangat.

“Di kamar, dengan laptopmu membuka situs yang tidak-tidak” jawab Onoda dengan malas.

“Hah!? Tidak, bodoh! Aku sekarang sedang berada di Jembatan Gantung yang kau ceritakan tadi! Pemandangannya luar biasa! meskipun agak menyeramkan sih” jelas Kagami.

“Hmm. aku akan kesana kapan-kapan” balas Onoda “Lagipula aku sudah melihat foto-fotonya di website … Hei, tunggu dulu, bagaimana bisa kau meneleponku?!” tanya Onoda heran.

“Hehe.. ponselku tidak ada sinyal. Jadi aku menggunakan telepon umum yang ada di sini” jawab Kagami.

“Telepon umum? Dari semua foto yang sudah kulihat, tak ada telepon umum disana.”

“Apa maksudmu?” tanya Kagami heran “Jelas-jelas sekarang aku sedang ada di bilik telepon tersebut .. Oh, hei aku akan menghubungimu kembali, ada orang yang antre di luar” lanjut Kagami.

Mendengar hal tersebut, Onoda langsung berteriak ..

“Oh sial! Tidak! Hei Kagami! Dengarkan perkataanku! Apapun yang terjadi jangan keluar dari tempat itu! Aku akan segera ke sana dalam 30 menit. Aku mohon apa pun yang terjadi, jangan bergerak dari sanat!!!”

“Hah!? ada apa sih?” tanyanya heran.

Baca Juga:  Keadaan Darurat

“Sudah tidak ada waktu! berjanjilah kau tidak akan bergerak sedikitpun, oke?! Aku akan ke sana!” teriak Onoda.

Onoda menutup teleponnya, dan hal yang dirasakan pertama kalinya oleh Kagami adalah sebuah gelombang ketakutan yang entah datang darimana.

Ia berdiri di bilik telepon tersebut, tidak bergerak dengan gagang telepon yang masih berada di telinganya. Ia melihat semakin banyak orang yang antre di luar. Mereka tidak bersuara namun sorot mata mereka sangat jelas sedang mengawasi Kagami.

 

30 menit kemudian..

 

Onoda sampai di jembatan gantung tersebut. Di sanalah ia menemukan Kagami sedang berdiri di tepi jurang, wajahnya sangat ketakutan sambil menggenggam ponselnya yang masih menempel di telinganya, tanpa bergerak sedikitpun.

Tidak ada bilik telepon apalagi antrean orang-orang yang menunggu di luarnya. Yang ada hanya sahabatnya yang jika ia bergerak bahkan satu inci saja, ia akan langsung jatuh ke dalam jurang. 

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*