Dokumen Rahasia

Dokumen Rahasia
CreepyPasta Indonesia

Aku tidak bekerja untuk NASA. aku adalah teknisi kantor rendahan di perusahaan yang berafiliasi dengan NASA. Kami menyimpan data di luar lokasi yang sebagian besar tentang misi rahasia tak berawak ke bulan, termasuk yang tak terhitung jumlahnya yang terjadi di antara peluncuran Apollo.

Ada pendaratan yang sudah terjadwal, bahkan hingga hari ini. Seperti yang bisa kamu bayangkan, kami tidak ada di dalam buku atau sejarah. Namun, kami tetap merupakan aspek penting dari infrastruktur rumit administrasi antariksa.



Sekarang setelah kamu “mengetahui” tempatku bekerja, aku dapat memberi tahumu tentang sebuah ruangan. Ruangan 371 tepatnya; kantor pengawas.

Selalu ada nuansa misteri tentang tempat itu. Aku, dan anggota staf lainnya, pernah masuk ke sana karena ditugaskan untuk menaruh flash drive yang berisi informasi sensitif di meja,  yang nantinya akan diunggah oleh pengawas database kami.

Kamu harus tahu, satu-satunya komputer di ruangan itu adalah “arsip offline” yang berisi hampir semua rahasia kotor NASA. Hal-hal yang tidak dapat diambil risiko jika tersebar karena pelanggaran data, mungkin ada hubungannya dengan yang namanya area-51 yang sekarang mulai terkenal itu.

Dengan cara ini, jika ada yang mencoba meretas mainframe online kami, mereka hanya akan menemukan file umpan atau bagian informasi yang memang dikhususkan untuk publik.

Sebagian besar informasi yang  kutangani merupakan analisis statistik biasa. Hal-hal yang sangat menarik dan kontroversial dikirim langsung ke pengawas, dan hanya melewati mata-mata pekerjaan tingkat pemula.

Hingga sampai di hari kemarin.



Saat ttu adalah tugas penyerahan yang normal. Bawa flash-drive ke Kamar 371, tinggalkan di atas meja, dan tutup pintunya saat keluar. Aku  telah melakukan rutinitas ini berkali-kali. Namun saat itu sedikit berbeda.

Setelah meletakkan flash drive di atas meja, aku melihat cahaya redup di dinding belakangnya. Komputernya menyala. Itu cukup aneh, karena komputer itu selalu dimatikan oleh pengawas setelah dia  selesai memindahkan data. Satu-satunya saat aku melihat komputer itu menyala hanyalah ketika pengawas ada di sana, sedang bekerja.

Saat itu, rasa ingin segera menguasai diriku. Dengan sedikit lonjakan adrenalin, aku  berjalan mengitari meja dan duduk di kursi, siap untuk membawa setidaknya satu misteri ke pikiran orang-orang di lantai utama.

Kesempatan saat itu benar-benar membuatku tak bisa menolak. Setelah aku keluar dari sini, aku baru mengetahui bahwa pengawas itu ternyata sakit dan sedang berada di kamar mandi, setidaknya selama 40 menit. Ia tidak hanya meninggalkan komputernya menyala, tapi juga tidak terkunci.

Sekedar untuk kamu tau, bahwa bahkan workstation pribadi kami memerlukan serangkaian kata sandi yang berubah setiap hari. Dan kami harus menghabiskan waktu setidaknya sepuluh menit pertama untuk mendeskripsi kata sandi tersebut.

Jadi inilah satu-satunya kesempatanku untuk menenangkan rasa ingin tahu yang sejak tadi terus berteriak untuk segera menggali harga karun NASA yang terkubur ini. Aku tau, pasti ada sesuatu dalam database kami yang akan membuat siapapun terkejut. Sesuatu yang tidak akan bisa dilupakan seumur hidup.

Aku menatap komputer dengan jantung yang berdebar-debar memikirkan pengawas itu yang bisa kembali kapan saja. Semua data yang ada di komputer ini telah dikalibrasi sehingga aku tidak tau folder mana yang harus dibuka untuk berburu rahasia.

Sebagian besar file yang kubuka hanyalah data yang berkaitan dengan kesepakatan perdanganan yang membosankan, serta statistik dan prediksi fisika. Hingga sampai beberapa menit kemudian, ketika aku hampir berhenti mencari, aku melihat satu dokumen yang menarik.

Dokumen itu berjudul “Project Burial at Sea”. Dan inilah yang kuinginkan, sebuah proyek rahasia NASA yang belum pernah atau bahkan tak akan pernah dirilis ke publik. Namun pada saat aku melihat isi dari proyek rahasia di dalamnya, aku justru berharap bahwa aku tak pernah menemukan dokumen itu.

Hal yang umum dari dokumen sejenis ini adalah judul yang sangat besar namun dengan deskripsi yang sangat sedikit. Oleh karena itu aku harus mengumpulkan sedikit informasi lagi untuk membentuk gambaran yang jelas tentang proposal dan misi selanjutnya dari proyek ini yang tampaknya akan dimulai pada pergantian abad kita saat ini.

Baca Juga:  Sebuah Foto di Gubuk Tua

Project Burial at Sea adalah pengamanan terhadap kebocoran informasi. Pengamanan ini sudah ada dari misi tak berawak NASA untuk membuang “celah” dalam sistem. Artinya setiap individu harus dibersihkan dari informasi-informasi rahasia yang ditutupi NASA.

Ya, ada dua hal yang mengejutkan dan membuatku merinding disini. Pertama individu yang dimaksud adalah manusia, aku, atau siapa saja yang berhubungan dengan NASA. Dan yang kedua adalah maksud dari “dibersihkan” adalah… Dibunuh.



Proposal awal dari proyek ini meminta pengiriman mayat-mayat tersebut ke luar angkasa, tetapi hal itu memiliki terlalu banyak variabel yang tidak diketahui dan akan muncul dengan sendirinya, misalnya jika salah satu pesawat terlempar kembali ke bumi atau peristiwa luar angkasa lain yang tak terduga, termasuk jatuhnya pesawat tersebut di wilayah musuh.

Jika itu terjadi, negara lain dapat menggunakan bukti rahasia tersebut untuk memeras pemerintah agar mendapatkan bantuan dan keuntungan finansial. Jadi cara yang mereka lakukan saat ini adalah dengan mengubur mayat-mayat itu di bulan, dan menghilangkan semua bukti potensial yang mengikat siapapun dengan informasi tersebut.

Orang-orang yang menghilang ini hanyalah bagia yang sangat kecil dari NASA, sehingga rasio orang hilang dengan tenaga kerja yang mereka miliki nyaris tidak mengganggu sama sekali, dan dapat menangkis potensi kecurigaan dengan sempurna.

Prosduer “sterilisasi manusia” ini dilakukan di bumi, kemudian mayat mereka akan dimasukan ke dalam ruang hampa dari pesawat tak berawak, lalu dikirim ke bulan. Begitu mereka sampai di sana, mayat itu akan dikumpulkan oleh para penjelajah NASA, dan dikubur di bagian tertentu di sisi gelap bulan.

Dan ya, sisi gelap bulan adalah kuburan massal. Setelah mengubur mayat para penjelajah itu akan mengumpulkan sampel untuk menentukan efek jangka panjang tanah terhadap pembusukan manusia. Tentunya itu bukan tujuan proyek ini, hanya keuntungan tambahan.

Aku tak bisa berkata apa-apa. Dokumen ini tidak seperti yang aku harapkan. Aku bahkan tak dapat mempercayai hal semacam ini akan terjadi di negara ini, di NASA, di organisasi di tempatku bekerja, dan di semua tempat.

Aku segera menutup dokumen itu dan mengembalikannya seperti sedia kala dan pergi meninggalkan ruangan 371. Aku tidak tau harus bereaksi seperti apa setelah mengetahui itu semua.

Setelah kembali ke tempat kerjaku, rekan kerjaku, Bill, menanyaiku.

“Jack, darimana saja kamu? Apakah kamu sudah mendengar bahwa pengawas muntah di kamar mandi? Orang malang itu sepertinya mengalami sakit perut yang parah. “

Aku hanya mengangguk tetapi tidak memberikan tanggapan terhadap pertanyaannya, dan Bill membenamkan wajahnya kembali dalam pekerjaannya.

Akhirnya, pengawas itu kembali, suara pintu besi Kamar 371 yang berderit itu dibanting ketika ia menutupnya dan kembali ke meja kerjanya. Butir-butir keringat terbentuk di atas alisku saat aku bertanya-tanya apakah dia akan melihat sesuatu yang salah dan tahu bahwa aku telah melihat-lihat isi komputernya.

Jantungku semakin berdegup kencang bersamaan dengan paranoia yang mulai menyebar. Aku harus memberi tahu seseorang tentang penemuan ini. Munkin saja aku salah menafsirkan informasi.

Mungkin Bill bisa sedikit menenangkan pikiranku. Dia orang yang baik dan bukan tipe orang yang mengingkari janji atau mengkhianati rekan kerjanya.

“Bill,” aku berbisik, “Pernahkah kau mendengar tentang NASA yang mengirim mayat ke bulan?”

Dia menatapku sejenak, ekspresi yang terlalu serius terlukis di wajahnya. Lalu dia tertawa.

“Jack, kau sangat lucu. Lagipula, darimana kau mendapatkan gagasan itu? Aku rasa kauu harus menulis sebuah buku.”

Tanpa banyak suara untuk memperingatkan kedatangannya, pengawas tiba-tiba meletakan tangannya di bahuku. Aku hampir melompat dari kursi karena terkejut.

“Jack, aku sudah lama ingin berbicara denganmu. Promosi besar sedang menunggu. Temui aku di kantorku dalam sepuluh menit. ”

Dia mengucapkan itu sembari melonggarkan cengkeramannya dan kembali ke ruangan 371. Aku gemetar dan ketakutan. Bill melihat ada yang tidak beres.

“Ada apa, Jack? Kamu seperti baru melihat hantu. Promosi adalah sesuatu yang luar biasa di sini. Hanya terjadi sekali setiap beberapa bulan atau lebih. Lisa dipromosikan tahun lalu dan melanjutkan tugasnya untuk mengawasi salah satu peluncuran pesawat tak berawak. Aku belum mendengar kabar darinya sejak itu. ”

Aku menoleh ke Bill dan menatapnya.  “Bill, senang bisa bekerja denganmu.”

Baca Juga:  Lubang Misterius

Dia tersenyum sebelum kembali ke komputernya. “Aku juga, Jack.”

***

Sepuluh menit yang menyiksaku akhirnya tiba. Dengan ragu aku berjalan ke ruangan 371 dan perlahan membuka pintu. Pengawas memberi isyarat mempersilahkanku duduk.

“Silakan duduk, Jack. Dan tutup pintunya. “

Aku  terpaksa menuruti. Pikiran untuk kabur terlintas di benak saya, tetapi aku tahu detail keamanan di gerbang depan akan menghentikanku dengan mudah. Menarik perhatian pada diriku sendiri hanya akan mempercepat kematianku..

“Jadi… tentang apa ini?” Tanyaku, dengan napas sesak.

“Seperti yang kubilang sebelumnya, ini promosi. NASA merekrut afiliasinya untuk mengawasi beberapa peluncuran tak berawak mereka. Kau telah dipilih. ”

Aku memiringkan kepalaku karena tidak percaya.

“Tapi, kenapa aku? Setahuku aku belum melakukan apa pun untuk mendapatkan promosi semacam itu “

Dia menyeringai.

“Di situlah kamu salah, Jack. Kami telah mengawasimu. Kami tahu apa yang kau lakukan dan kau tidak dapat menyangkalnya lebih lama lagi. “

Dengan senyum jahat, dia berdiri dari mejanya dan berjalan ke arahku. Bayangannya menutupi seluruh ruangan, atau setidaknya, tampaknya seperti itu dalam penglihatanku. Tanpa menyadarinya, aku telah memojokkan diri ke sudut ruangan, hampir meringkuk karena ketakutan. Saat itulah pintu terbuka dan rekan kerjaku menerobos masuk.

“KEJUTAN!”

Aku berdiri tegak dan terkejut

“Apa yang sebenarnya sedang terjadi?”

Bill menanggapi. “Apa kau tidak tahu hari apa ini, Jack?”

Pengawas menunjuk ke kalender dindingnya. Saat itu tanggal 18 September, yang menurut mereka, adalah tanggal pertama kali aku bekerja.

Semuanya masuk akal sekarang. Semua itu tipuan. Lelucon praktis atas keingintahuanku. Pengawas terkadang melakukan hal seperti ini pada hari peringatan masuk kerja karyawan – tetapi dia sudah tidka melakukannya beberapa tahun lalu, dan tidak pernah sampai sejauh ini. Aku bahkan tidak menyadari hari apa itu sampai mereka menunjukannya.

“Apa kau benar-benar mengira aku akan meninggalkan komputerku tanpa pengawasan?”

“Mayat bahkan tidak bisa membusuk di bulan, Jack. Tidak ada udara! “ Bill menimpali.

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Aku juga tertawa, dan … lega.

***

Sisa sore itu menyenangkan. Setelah semua kejadian itu, kami kembali bekerja, diperkuat oleh energi dan moral yang lebih positif. Setelah menyelesaikan sisa pekerjaanku, aku pulang dengan senyum yang cerah. Senang beradi di bumi, hidup dan sehat. Suasana hati baik ini mengikutiku sepanjang perjalanan pulang, tapi tidak untuk waktu yang lama.

Ketika aku sampai di depan rumahku, ada seseorang juga yang berhenti di belakangku. Sang pengawas keluar dari mobilnya dan menyapaku dengan lambaian tangan yang ramah.

“Jack, bisakah kita bicara?”

Panggilan rumah memang tidak biasa digunakan dalam pekerjaan kami, tapi bukan berarti kami tidak menggunakannya di luar.

“Tentu saja, Colter. Silakan masuk.”

Dia mengikutiku ke dalam dan bergabung denganku di ruang tamu. Aku duduk, tetapi dia mondar-mandir di perapian, melihat-lihat foto keluargaku yang dipajang.

“Kau tahu, apa yang dikatakan Bill itu benar. Tubuh tidak bisa membusuk di bulan. Teori itu ditambahkan oleh NASA. Mereka menempatkan kebohongan di semua dokumen rahasia mereka. Ini salah satu jenis pengamanan lainnya; detail yang dapat mereka tunjukkan jika terjadi kebocoran informasi agar terlihat mengada-ada.”

Aku bingung, “Aku tidak paham dengan perkataanmu. Apa sebenarnya maksudmu? ”

Dia menoleh ke arahku, ekspresi tegas terlukis di wajahnya.

“Semuanya nyata, Jack. Mayat, kawah; segala sesuatunya. Kau seharusnya tidak pernah duduk di mejaku. ”

Aku terkekeh. “Ayolah, Colter. Leluconnya sudah berakhir. Tidak perlu memulainya lagi. “

Dia tidak tertawa.

“Ini bukan lelucon. Kau dipekerjakan pada bulan Juli, bukan September. Aku mengirimkan memo kepada semua orang untuk menghindari kecurigaanmu. Di sini, kita bisa berdiskusi secara lebih pribadi. ”

“Sangat lucu. Kau melupakan istri dan putriku. “

Baca Juga:  Tidak Ada Yang Namanya AREA 51!

Seringai terlihat di wajahnya. Dia memberiku sebuah amplop. Di dalamnya ada foto-foto istriku yang sedang menjemput putri kami dari sekolah. Dadaku tiba-tiba sesak.

“Apa ini, Colter? Apakah kaum mengikuti keluargaku?”

“Kami telah mencegat mereka. Anggap saja mereka akan terlambat pulang, malam ini. ”

Situasi ini mulai terasa nyata. Jika semua yang kulihat memang nyatam maka aku sekarang menjadi target. Aku akan segera menjadi kobran NASA berikutnya yang akan terkubur di laut angkasa. Jika aku tidak melarikan diri dan mendapatkan bantuan, Charlotte dan Leslie tidak akan pernah diselamatkan.

Mataku tertuju ke pintu. Colter memperhatikan.

“Aku tidak akan lari jika aku jadi kau. aku tidak datang sendiri.”

Darahku serasa mendidih di kepalaku, aku tergoda untuk marah.

“Jangan khawatir. Mereka aman. ”

Aku bergeming, dan marah.

“Ada hal-hal di alam semesta yang tidak dapat kau pahami. Hal-hal itu tidak hanya berada di atas nilai gajimu, tetapi di atas pemahamanmu. Hal-hal yang tidak pernah bisa diharapkan untuk dijelaskan oleh ucapan manusia. “

“Manusia?” Tanyaku, bingung dengan kata-katanya.

“Ya, Jack. Mari ku tunjukkan.”

Apa yang terjadi selanjutnya sudah cukup untuk membuatku pingsan jika tidak kutahan.

Menggunakan tangan kanannya dan satu gerakan melingkar di udara, Colter membuka portal. Portal sialan- yang sepertinya menghubungkan ruang tamuku ke bulan. Aku bahkan bisa melihat Bumi di kejauhan.

“Ya Tuhan, Sebenarnya apa itu?!” Aku berteriak.

“Kemari, Jack. Lihat lebih dekat. “

Sebagai sandera, aku tidak punya pilihan selain mengikuti perintahnya. Aku melangkah ke kehampaan, tanpa tenaga dan aku melihatnya. Sebuah kawah, penuh dengan mayat.

“Kenapa… kenapa kau menunjukkan ini padaku?” Tanyaku dengan suara gemetar.

“Lihat saja, Jack.”

Aku melihat kembali ke tempat kejadian dan melihat sesuatu di tepi kawah. Tiga sosok bayangan, terlalu tinggi untuk disebut manusia. Mereka mengulurkan tangan mereka dan cahaya menghujani dari ruang di atas kawah.

Mayat-mayat itu … mereka bergerak.



Aku menyaksikan kengerian itu, ketika tubuh-tubuh tak bernyawa tersebut “dibentuk” ulang. Mereka dikendalikan dan dibengkokkan sesuai dengan keinginan jahat sang dalang. Tiga bayangan itu kemudian menyatu dan membentuk semacam gapura.

Cahaya menyilaukan keluar dari dalamnya, dan satu demi satu, mayat-mayat itu berjalan menuju cahaya tersebut hingga akhirnya kawah itu kosong. Kemudian cahaya itu menghilang, dan bayangan menyeramkan tersebut serempak lepas landas dengan kecepatan tinggi menuju jurang yang dalam.

Dengan sedikit gerakan tangannya, Colter menutup portal. Aku tidak bisa berkata apa-apa.

“Kau lihat, Jack, Project Burial at Sea lebih dari sekadar masalah keamanan. Itu adalah pengorbanan yang dibutuhkan untuk mereka.”

“Jadi… semua tubuh itu … ”

“Tidak tidak. Hanya beberapa dari mereka yang berani membocorkan rahasia. Sisanya; John dan Jane, ditinggalkan di kamar mayat tanpa kerabat yang mengklaim mereka. “

“Kemana mereka membawanya?” Tanyaku.

“Ke tempat mereka tinggal. Di sana, mereka dipaksa untuk membangun. Terjebak di ruang antara hidup dan mati untuk selama-lamanya, budak ras alien. Benar-benar takdir yang mengerikan. Kita semua akan berada di sana sekarang, jika bukan karena kesepakatan yang kita buat pada tahun 1947. Makhluk-makhluk itu tidak cocok dengan atmosfer kita. Jadi kami harus memenuhi kebutuhan mereka untuk mencegah mereka mengembangkan teknologi yang mampu mengurangi efek buruk atmosfer tersebut dan menyerang kita”

Aku tak bisa mempercayainya. Semua yang kutahu sampai saat itu adalah kebohongan.

Colter berjalan ke pintu.

“Aku menyukaimu, Jack. Itu sebabnya aku memberi tahumu semua ini. Aku tak ingin kau kena masalah. Kau karyawan dan orang yang baik. Jika kamu tidak ingin berakhir seperti jiwa-jiwa malang di atas bongkahan batu luar angkasa itu, Kau akan tutup mulut. “

Aku tak bisa menjawab apa-apa dan beberapa saat kemudian aku mendengar sebuah mobil berhenti di luar.

“Sepertinya istri dan anakmu sudah pulang. Kami baru saja mengajaknya membeli es krim. “

Sebelum menutup pintu saat keluar, Colter berbalik sambil tersenyum.

“Sampai jumpa hari Senin, Jack.”

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*