Tangga Kayu

Legenda Urban Jepang Tangga Kayu

Legenda Urban Jepang berjudul “Tangga Kayu” ini adalah kisah seram mengenai sebuah kamar apartemen yang selalu ditinggalkan penghuninya dalam waktu 1 minggu.

Kisahnya berawal dari sebuah apartemen berlantai 7 di Jepang. Apartemen yang sudah tua ini tidak memiliki lift dan tiap lantainya hanya difasilitasi oleh tangga kayu hingga ke lantai 7, namun yang anehnya, tiap tangga hanya memiliki 7 anak tangga.

Di lantai dua apartemen tua ini, ada satu kamar yang berhadapan langsung dengan tangga kayu dari lantai 1. Namun, tanpa alasan yang jelas, kamar ini lebih sering kosong daripada kamar yang lainnya. Setiap ada penghuni baru, tidak sampai seminggu mereka langsung memutuskan untuk pergi dari sana.



Pemilik apartemen semakin kesulitan untuk menemukan orang yang mau menyewa kamar tersebut, padahal kamar itu cukup bagus dan bahkan sudah diberikan harga khusus bagi yang mau menempatinya.

Hingga suatu hari ada seorang mahasiswa yang kebetulan mencari sebuah apartemen dengan harga murah. Ketika ia melihat penawaran untuk kamar lantai 1 di apartemen tua itu, ia memutuskan untuk segera menemui pemiliknya dan menyewa kamar tersebut.

Pada malam senin di hari pertama kepindahannya, ia terbangun dari tidurnya karena mendengar suara berisik. Ternyata itu suara anak kecil yang kedengarannya seperti sedang bermain di depan kamarnya.

“Aku sudah menginjak anak tangga pertama” ucap suara yang terdengar dari kejauhan itu.

“Anak siapa sih itu yang berisik di tengah malam begini” pikir pria tersebut. Namun karena ia sudah terlalu lelah sehabis pindahan, maka ia mencoba menghiraukan anak kecil itu dan kembali tidur.

Di malam berikutnya, ia kembali terbangun oleh suara anak kecil yang sama “Aku sudah di anak tangga kedua” 

Baca Juga:  Legenda Urban Jepang Jinmenken

Begitu juga di malam berikutnya, “Aku sampai di anak tangga ketiga.” 

Namun kali ini, pria tersebut sudah hilang kesabaran dan segera beranjak ke pintu kamarnya. Ketika dia membuka pintu dan menengok keluar, ternyata tidak ada siapa-siapa. Tak ada satu orang pun apalagi anak kecil, yang ada hanya tangga kayu yang tiba-tiba terasa menyeramkan.



Pria tersebut sudah mulai berpikiran macam-macam, “Apakah tadi itu hantu?” tanyanya membatin.

Keesokannya, suara tersebut kembali terdengar dan kali ini semakin mendekat, begitu juga dihari ke-5 dan ke-6.

Hingga tiba di hari Minggu malam, pemuda itu sudah tidak bisa tidur dengan tenang, ia mulai ketakutan karena setiap malam mendengar suara anak kecil yang semakin dekat dengan kamarnya itu.

Dia sempat berpikir untuk keluar dari apartemen itu, namun mengingat sulitnya mendapatkan apartemen dengan harga murah, ia kembali mencoba untuk meyakinkan dan memberanikan dirinya sendiri.

Tepat di tengah malam, pria itu kembali terbangun dan dikejutkan oleh suara berisik. Namun kali ini bukan hanya suara anak kecil, tapi juga suara cakaran di depan pintu kamarrnya dan disertai dengan ucapan “Aku sudah sampai di anak tangga ke tujuh!” 

Saat itu juga, sekujur tubuh pria itu merinding dan berkeringat dingin, terlebih lagi suara cakaran yang tiba-tiba berhenti dan tergantikan oleh suara pintu kamar yang terbuka. Padahal pria itu sangat ingat bahwa ia telah mengunci pintunya.

Legenda Urban Jepang

•••

 

Esok paginya, pemilik apartemen datang untuk menagih uang sewa mingguannya. Namun tak ada jawaban sama sekali ketika ia mengetuk pintu kamar. Karena curiga telah terjadi sesuatu, sang pemilik langsung membuka kamarnya dengan kunci cadangan miliknya.

Baca Juga:  Bakeneko, Legenda Kucing Iblis Pemakan Manusia

Dan ternyata di dalamnya, terlihat sang pria yang terbujur kaku dalam keadaan terlentang dengan mulut menganga dan mata melotot seakan ingin keluar dari tempatnya. Polisi segera dipanggil dan memeriksa mayat pria itu, namun tidak ditemukan penyebab kematian sebenarnya, seolah-olah pria itu mati ketakutan.

Kamar di apartemen tua itu kini kembali kosong, menunggu penghuni baru yang tertarik untuk menempatinya. Namun meskipun sudah mendapatkannya, para penghuni tidak ada yang bertahan sampai seminggu.

Mereka semua ketakutan dan tak ada yang mau menunggu hingga anak kecil atau apapun itu sampai ke anak tangga ke-7.

Apakah kamu berminat untuk tinggal di apartemen ini?

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*