Red Rooms Situs Mengerikan Deep Web, Nyata atau Mitos?

Red Rooms Deep Web
Legenda Urban

Kita hidup di era modern dengan akses informasi tak terbatas, dimana internet telah membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi dalam hal komunikasi maupun segala hal yang ingin kita ketahui tanpa harus beranjak dari tempat tidur.

Sementara, dari sisi baik yang bisa kita manfaatkan, internet juga memiliki sisi gelapnya, yang dimana dengan tambahan dari sifat-sifat keji manusia, internet dapat menjadi sesuatu yang sangat kelam dan berbahaya.

Internet memang dapat menjadi sumber “mata air” untuk para pecinta kisah-kisah kelam dan berbagai legenda-legenda yang berbahaya. Seperti salah satunya yang terkenal dengan rumor-rumor mengenai lokasi yang menyimpan segala hal yang sangat mengerikan, yaitu Red Rooms.

Apa itu Deep Web

Untuk memahami konsep yang ditawarkan oleh Red Rooms, pertama-tama kalian harus mengetahui terlebih dahulu mengenai Deep Web, Dark Web, atau beberapa orang menyebutnya Dark Net, yaitu sebuah laman internet yang “tersembunyi” di balik laman yang biasa kita akses sehari-hari.

Bisa dikatakan Deep Web adalah sebuah jurang yang dalam dari permukaan internet yang biasa kita gunakan sehari-hari. Butuh cara dan alat khusus untuk kalian bisa memasuki jaringan Deep Web ini.

Karena di sanalah tempat bersembunyinya segala macam hal-hal yang aneh dan mengerikan, mulai dari; Rahasia-rahasia militer dan pemerintahan, transaksi ilegal (perdagangan manusia, penjualan organ tubuh, senjata), Pornografi anak-anak, hingga Penyewaan pembunuh bayaran.



Di sinilah rumor mengenai Red Rooms muncul. Nama Red Rooms sendiri di ambil dari sebuah film horror berjudul Videodrome (1983), dimana film ini menceritakan sebuah proses penyiksaan yang dilakukan secara Live di sebuah ruangan yang di cat merah.

Di Deep Web sendiri, Red Rooms dikenal sebagai situs yang menawarkan program penyiksaan nyata yang akan disiarkan secara langsung kepada semua penikmatnya. Dengan sejumlah uang, kalian bisa menentukan bentuk penyiksaan apapun yang ingin dilakukan kepadan korban, termasuk pemerkosaan hingga pembunuhan yang sesuai dengan fantasi menyimpang kalian.

Baca Juga:  Legenda Urban Jepang (Part 1): Kuchisake Onna dan Teke-Teke

Bentuk pembayarannya juga tidak menggunakan uang tunai pada umumnya, mereka biasanya menggunakan mata uang yang tidak dapat dilacak seperti bitcoin dan sebagainya.

Segala hal mengenai Red Rooms memang terdengar “terlalu kejam” untuk menjadi kenyataan. Banyak yang memperdebatkan apakah situs tersebut benar-benar ada atau hanya legenda-legenda yang bertebaran di Internet.

Ada satu kasus yang sangat mengerikan dan mungkin dapat menggambarkan mengenai adanya situs Red Rooms.

Kasus ini terjadi ketika seorang bernama Peter Scully – yang sekarang berada di penjara di Filipina, bersembunyi di Pulau Mindanao dan menjalankan bisnis pornografi anak.

Dia kemudian mengambil tindakan yang lebih jauh lagi dengan mengadakan sebuah live streaming, dimana orang-orang dapat berpartisipasi dalam penganiayaan yang ia lakukan terhadap korbannya dengan membayar sejumlah uang.

Peter Gerald Scully


Urban Legend: Yamanoke (aka Tensoumetsu) Legenda Urban Jepang


Pada tahun 2012 Scully juga membuat video berjudul Daisy’s Destruction, yang berhasil ia jual kepada kliennya dengan harga $10.000. Video tersebut benar-benar mengerikan, sangkin mengerikannya banyak orang yang menganggap video tersebut hanyalah sebuah cerita yang dibuat-buat.

Di dalam video tersebut menampilkan pemerkosaan yang dilakukan secara brutal terhadap beberapa gadis yang diculik oleh Scully. Tiga korban yang berhasil diidentifikasi adalah Liza (12 tahun), Cindy (11 tahun), dan Daisy (18 bulan).



Scully juga menempatkan berbagai video serupa Daisy’s Destruction di bawah perusahaan produksi filmnya sendiri, yaitu No Limits Fun dan kemudian menjualnya melalui Deep Web.

HIngga akhirnya pada tahun 2015S Scullyberhasil ditangkap, dan  dipenjara seumur hidup karena tuduhan Pornografi anak, Pemerkosaan dan Pembunuhan.

Jadi apakah Red Rooms benar-benar ada?

Di jaman sekarang, fasilitas siaran langsung bisa dilakukan dari mana saja melalui media sosial, termasuk siaran tindakan pembunuhan dan bunuh diri secara langsung yang bertebaran di internet akhir-akhir ini. Melihat dari hal tersebut, maka tidak menutup kemungkinan bahwa Red Rooms benar-benar ada.

Baca Juga:  Legenda Urban Jepang (Part 2): Aka Manto dan Kunekune

Namun, ada satu permasalahan, dimana Deep Web dan sistem Tor yang digunakan untuk mengaksesnya sangatlah lambat sehingga tidak akan dapat mendukung streaming video secara langsung.

Selain itu tidak ada bukti nyata yang memperlihatkan adanya situs Red Rooms. tidak ada juga rekaman yang memperlihatkan adegan-adegan yang ditawarkan oleh Red Rooms untuk digunakan sebagai bukti.

Tapi ada seorang komentator di Quora yang membantah hal tersebut, ia mengatakan: 

Bagi kalian yang mengatakan bahwa Red Rooms tidak memungkinkan karena kurangnya kemampuan transmisi untuk video secara langsung di program Tor. Maka inilah buktinya bahwa hal tersebut sangatlah mungkin.

Gunakan Browser TOR
https://www.nytimes3xbfgragh.onion/video/us/politics/100000005841301/watch-live-mark-zuckerberg-testifies.html

Ya Red Rooms benar-benar ada, Tidak ada link khusus untuk mengaksesnya, dan orang-orang yang mengetahuinya tidak akan memberitahumu, dengan mengatakan “Risiko kau tanggung sendiri”. Tidak ada yang seperti itu.

Kalian juga tidak akan mendengar orang-orang membicarakan mengenai Red Rooms yang “sebenarnya” di tempat umum, mereka punya peraturan tersendiri dan juga konsekuensi untuk yang berani melanggar. Sehingga mayoritas dari kita sekarang mempercayai bahwa hal tersebut tidak pernah ada, dan terlalu “gila” untuk jadi kenyataan.

Kalian tidak perlu mengetahui secara langsung apa yang ada di dalam Red Rooms. Film Hostel 3 sudah menunjukannya dengan jelas.

Ada hal menarik mengenai Red Rooms yang dapat dikaitkan dengan legenda urban menyeramkan dari Jepang di tahun 1990, yaitu ketika muncul sebuah pop-up di suatu waktu tertentu ketika kalian menjelajah deep web, pop-up tersebut berisikan sebuah pertanyaan, “Do you like the Red Rooms?” diikuti dengan suara jeritan anak kecil yang mengerikan.

Situs Red Rooms Deep Web
Jika kalian mengkliknya, maka kalian akan dibawa ke sebuah daftar nama orang-orang yang telah meninggal karena telah mengklik pop-up tersebut, dan username kalian akan masuk ke dalam daftar itu, kemudian kalian akan diperlihatkan sebuah video berisikan segala kengerian yang ada di dalam Red Rooms.

Baca Juga:  Maria Labo, Legenda Urban Sang Kanibal Dari Filipina

Dikatakan bahwa setelah kalian mengklik link di pop-up tersebut, itu berarti kalian telah mengundang kematian, bahkan kegilaan dan kekuatan jahat yang akan membuat kalian ingin melakukan bunuh diri.

Ada beberapa rumor juga yang mengatakan bahwa Red Rooms adalah sebuah dorongan atau keinginan itu sendiri untuk melakukan bunuh diri. Sebelum bunuh diri, orang-orang tersebut akan mengecat ruangan mereka dengan warna merah darah. Namun banyak juga yang mengatakan bahwa Red Rooms memang benar-benar hanya sebuah legenda seram yang tersebar di internet.



Disamping kemungkinan bahwa Red Rooms benar-benar hanya sebuah legenda atau bukan, sebenarnya ada beberapa situs yang menawarkan sebuah link atau petunjuk bagaimana cara mengaksesnya. -Author tidak akan membagikannya di sini.

Pada akhirnya kita dibuat bertanya-tanya seberapa nyatakah sebenarnya cerita-cerita mengenai Red Rooms. Apakah benar-benar ada sebuah ruangan merah yang sadis nan mengerikan di balik lapisan internet yang selama ini kita gunakan sehari-hari, dimana orang-orang tak berkeprimanusiaan mengambil bagian dalam tindakan keji tersebut?

Pastinya banyak orang yang berharap semua ini hanyalah cerita seram yang dibuat-buat saja, meskipun banyak laporan-laporan yang terus muncul di internet mengenai hal tersebut, dan membuat kita bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di kedalaman internet yang disebut, Deep Web.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*