Misteri Ratusan Burung Mati di Atas Kapal Pesiar

Misteri Ratusan Burung Mati di Atas Kapal Pesiar
Misteri Dunia

Tak pernah menjadi kabar baik ketika makhluk hidup di langit tiba-tiba mati secara misterius. Lebih buruknya lagi jika mereka mati dan terjatuh di dek kapal pesiar. Bisa kamu bayangkan ketika kamu menikmati indahnya lautan di atas kapal pesiar mewah, lalu tanpa diperingati oleh awan mendung, tiba-tiba langit turun hujan … hujan burung.

Semua orang tau fenomena tersebut adalah pertanda buruk, dan karena itulah para kru kapal diminta untuk tetap diam ketika menghadapinya. Ditambah dengan pandemi Covid-19, dam isu 5G yang sedang merebak, maka fenomena ini bergabung menjadi satu dengan sebuah misteri, dan konspirasi.



“Saat itu adalah malam yang indah, dan siapapun tak akan percaya dengan matanya sendiri ketika mereka terbangun di pagi hari dan melihat begitu banyak bangkai burung di geladak kapal.” ucap seorang kru kapal yang tak ingin disebutkan namanya.

Ia juga mengunggah video klandestin tempat kejadian dimana ratusan burung terlihat mati di geladak dan tangga kapal. (Lihat di sini)

Di situs *Crew-Center beberapa anggotanya juga membagikan ini:

“Kami bangun dengan pemberitahuan untuk meminta tidak ada orang yang pergi ke geladak kapal. Untuk jangan menyetuh burung-burung itu, dan jangan memberi makan mereka yang masih hidup. Saya pikir ada beberapa burung yang masih hidup namun dalam kondisi lemah, tapi saya tidak dapat melakukan apa-apa. Saya cinta binatang dan saya tidak sanggup melihat mereka tanpa melakukan apapun. Saya masih tidak bisa berhenti menangis dan tidak ada satupun orang yang memberikan penjelasan masuk akal tentang fenemona ini.”

*Crew-Center.com Dibuat oleh mantan anggota kru yang berbagi pengalaman dan wawasan mereka tentang kehidupan dan bekerja di kapal pesiar.

Menurut Crew-Center, beberapa kru lainnya juga mengalami stress karena banyak yg mengklaim bahwa ini adalah pertama kalinya mereka menghadapi fenomena tersebut. Burung-burung yang mati dengan cepat dibuang dan geladak langsung dibersihkan.

Baca Juga:  Kisah Kehidupan Aneh Sang Penemu UFO Pertama di Dunia

Ratusan Buru Mati


Misteri Dunia: Misteri Baldoon dan Penyihir Jahat dari Kanada


Dan seperti biasanya, netizen dengan cepat memenuhi pembahasan mereka di Twitter dan Youtube, mengajukan pertanyaan dan meminta jawaban yang pasti. Namun masalah terbesarnya adalah mengapa ada orang yang berpergian menggunakan kapal pesiar di tengah pandemi Covid-19, dan mengapa kapal tersebut masih beroperasi.

Selain itu, insiden tersebut terjadi pada tanggal 24 April, tapi hingga sekarang tidak ada laporan lanjuta dari fenomena tersebut, bahkan nama kapal dan jalurnya pun tidak disebutkan. Apakah ada yang ditutup-tutupi?

Kapal-kapal pesiar di perairan New Zealand diminta meredupkan pencahayaan malam mereka untuk menghindari burung laut setelah sekawanan Buller’s Shearwaters terbang ke Pacific Jewel tahun lalu.

Langkah ini dilakukan karena sekitar 70 burung berada di geladak kapal, dengan beberapa yang mati dan luka parah setelah kru kapal memasukannya ke dalam beberapa kota besar dan mengirimkannya ke Departemen Konservasi (DOC) di Auckland.



Satu jawaban yang mungkin masuk akal untuk misteri ini adalah lampu terang yang dibiarkan menyala saat malam hari, dapat membingunkan burung seperti insiden yang terjadi pada Januari 2019. Fenomena ini juga bukan hal yang baru.

Sebuah penelitian pada tahun 2011 di The Wilson Journal of Ornithology menyalahkan kapal pesiar atas kematian unggas selama musim kawin di musim gugur. Namun fenomena tersebut terjadi di musim semi, jadi apakan mungkin ada penyebab yang lain?

5g

“Komunikasi kapal yang dekat dengan pantai dan pelabuhan akan direvolusi dengan diperkenalkannya konektivitas 5G di dekade ini, dengan jaringan 5G sudah beroperasi di kota-kota pelabuhan utama di seluruh dunia. Ada juga rencanan untuk mengembangkan teknologi ini di kota-kota dengan cakupan pelabuhan dan perairan pesisir. “

Baca Juga:  The Pollock Twins, Si Kembar Yang Terlahir Dari Reinkarnasi

Banyak komentar mencoba menghubungkan kematian unggas ini dengan komunikasi 5G, yang peluncurannya disalahkan untuk semua hal salah satunya Covid-19- Sebuah artikel di situs Riviera Maritime Media menunjukkan bahwa 5G akan memungkinkan komunikasi yang lebih baik di atas kapal ketika mereka berada di dekat hotspotnya.

Masyarakat Audubon, yang peduli pada burung, menyelidiki teori konspirasi ini dan tidak menemukan bukti ilmiah yang mendukung.

Jadi, apa yang sebenarnya membunuh burung-burung itu? Kemungkinan yang disebabkan oleh lampu kapal adalah yang paling masuk akal. Tapi mengapa ada yang ditutup-tutupi?

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*