Misteri Kematian Yodi Prabowo Editor Metro TV

Misteri Kematian Yodi Prabowo Editor Metro TV
Misteri Indonesia

Sekarang ini, jagad maya Indonesia tengah dihebohkan dengan kasus kematian Yodi Prabowo yang merupakan seorang editor di Metro TV. Mayatnya ditemukan di pinggir Tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Setelah melakukan olah TKP yang cukup memakan waktu, akhirnya kepolisian menyatakan bahwa Yodi Prabowo melakukan bunuh diri. Pernyataan ini diambil berdasarkan hasil pemeriksaan Labfor pada pisau yang ditemukan di TKP.

Hasil yang keluar memperlihatkan bahwa sidik jari dan DNA yang ada di pisau tersebut hanyalah milik Yodi. Fakta tersebut juga dikuatkan karena adanya rekaman CCTV yang menunjukan momen ketika Yodi membeli sebuah pisau di Ace Hardware.

Di rekaman tersebut, terlihat Yodi mendatangi Ace Hardware Rempoa, Tangerang Selatan, pada tanggal 7 Juli 2020, sekitar pukul 14.11 WIB menggunakan motor warna putih. Ia juga mengenakan jaket warna hijau, masker, dan tas slempang warna hitam.

Setelah memarkirkan motornya, Yodi langsung memasuki gedung Ace Hardware, suhu tubuhnya juga diperiksa terlebih dahulu oleh petugas Ace Hardware. Saat di dalam, Yodi terlihat melihat-lihat barang di sekitarnya selama beberapa saat, dan kemudian pergi menuju rak pisau.

Kurang lebih selama 1 menit, Yodi melihat-lihat rak pisau, dan kemudian berkelilin ke rak lain, hingga kemudian kembali ke tempatnya semula. Setelah itu, selama kurang lebih 2 menit ia memilih pisau-pisau yang ingin ia beli, dan pada pukul 14:29 ia terlihat membawa pisau tersebut di tangan kirinya.

Dia kemudian berjalan menuju kasir dan melakukan pembayaran dengan uang tunai.

Yodi Prabowo ketika memasuki Ace Hardware

Setelah itu Yodi pergi ke luar menuju tempat parkir. Di sana ia terlihat memberikan uang kepada tukang parkir, dan tepat pada pukul 14.24 WIB, Yodi Prabowo meninggalkan Ace Hardware.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, mengatakan:

“Kemudian dicek CCTV dan didapatkan fakta yang membeli pisau tersebut adalah korban sendiri. Pada saat membeli pisau tersebut, orang tersebut tertangkap di CCTV dan pakaian yang digunakan semuanya ada sama dengan saat jenazah ditemukan. Jadi pisau yang digunakan sebagai alat dibeli sendiri”

“Apa buktinya (Yodi Prabowo beli pisau, red)? Buktinya CCTV, bon dan semuanya struk, sampai (CCTV) ke tempat parkir ada. Perlu kami jelaskan waktu dia masuk dan keluar hanya 8 menit,”

Pisau tersebut adalah barang bukti otentik atas kematian Yodi Prabowo. Pisau itu dikatakan sebagai alat yang digunakan untuk melukai korban hingga tewas yang kemudian disimpulkan sebagai bunuh diri oleh pihak berwenang.

Baca Juga:  Misteri Gua Kontilola, Persembunyian Alien di Papua

Namun kasus kematian Yodi Prabowo tidak dapat semudah itu terselesaikan Meskipun pihak berwenang telah melakukan konfersi pers, pasalnya, banyak yang menyangsikan kesimpulan tersebut, termasuk orang tua Yodi Prabowo.

Ayah Yodi Prabowo, Suwandi, memberikan pernyataan atas kesimpulan yang diberikan pihak kepolisian bahwa anaknya diduga tewas karena bunuh diri. Suwandi mengaku tidak percaya anaknya akan melakukan hal tersebut.

Suwandi saat ditemui di kediamannya, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, mengatakan:

“Barusan saya ikuti press release Kabid Humas dan jajarannya dan simpulkan diduga bunuh diri. Tapi saya terus terang sebagai orang tua kecewa dengan kesimpulan itu karena nggak mungkin anak saya bunuh diri,”

Konfersi Pers kasus Yodi Prabowo

Misteri Lainnya: Sisi Lain Misteri Desa Pagadungan Yang Hilang

Sebagai seorang ayah yang dekat dengan anaknya, ia tidak percaya bahwa Yodi sedang mengalami depresi seperti yang disampaikan. Karena, menurutnya, Yodi setiap harinya masih bekerja, masih aktif, bahkan masih mengantar ibunya ke tukang urut untuk adiknya.

“Dari hasil labfor, dari hasil RSCM, tadi dikatakan bahwa anak saya depresi, tapi di hari-harinya itu dia tidak menampakkan depresi, bahkan dia berangkat bekerja, masih mau mengantar ibunya untuk cari tukang urut yang bagus, karena adiknya itu tidak bisa berjalan,”

Suwandi berpendapat tidak mungkin anaknya mengalami depresi. Dia meyakini anaknya hidup dengan penuh harapan.

“Kalau orang depresi, ini menurut saya yang awam ya, kalau dia depresi, paling nggak dia tidak bisa kerja, tidak punya harapan. Ini dia punya harapan. Hari-harinya penuh harapan, ada satu sebelum kejadian ini mungkin kurang-lebih satu bulan, dia mencari uang tambahan karena berkeinginan untuk menikah,” .

Ibu dari Yodi Prabowo, Turinah, juga tidak kalah kecewa atas kesimpulan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian yang mengatakan bahwa anaknya tewas karena bunuh diri. Turinah mengungkap ada sejumlah kejanggalan terkait kematian anaknya itu.

Baca Juga:  SS Ourang Medan, Kapal Kargo Dengan Sejuta Misteri

Saat dihubungi, Turinah mengatakan:

“Kesimpulan yang dari polisi itu saya tidak puas, saya nggak yakin anak saya bunuh diri, saya tahu siapa anak saya dan banyak ditemukan kejanggalan pada jasad anak saya, Mas,”

Turinah menyebut kejanggalan itu antara lain jasad anaknya yang memiliki banyak luka tusukan. Selain itu, menurutnya, luka tersebut cenderung dalam yang membuat Yodi tidak berdaya menusuk dirinya sendiri berkali-kali.

“Kalau dia bunuh diri, nggak mungkin dia. Lukanya banyak, Mas, di dada, ya kan, banyak tusukan. Udah gitu, lukanya dalam semua, sampai menembus jantung dan paru-paru itu, kalau sampai nembus jantung dan paru-paru, apa dia ada daya untuk nyabut lagi, dipindahin lagi ke leher? Logikanya kan gitu, yang di leher kan dalam, di situ saya janggalnya,” .

Misteri Kematian Yodi Prabowo

Kemudian Turinah juga mengaku heran dengan lokasi TKP yang cenderung rapi tanpa persimbahan darah. Menurutnya, posisi tubuh korban juga cenderung tengkurap dalam keadaan rapi.

“TKP-nya itu rapi, bersih, nggak ada persimbahan darah atau gimana. Itu ada darah yang di tempat dia luka, cuma di situ saja sedikit. Udah gitu, jasadnya kok rapi banget gitu. Kalau orang bunuh diri kan posisinya berantakan. Dia kan posisinya tengkurap, terus kakinya lurus begitu, pisaunya ada di bawahnya dia, di jasadnya dia, dia nggak mungkin sempatlah, Mas, ngerapiin pisau biarpun ditaruh di bawahnya dia,”

Kemudian hal terakhir yang membuatnya heran adalah pisau yang berada di lokasi, menurutnya, adalah pisau lama. Karena itulah, dia beranggapan ini pembunuhan yang terencana.

“Itu yang digunakan bukan pisau baru lo itu, itu pisaunya sudah lama itu. Ya saya meyakini seperti itu, pasti ini ada sesuatu. Kalau saya bilang, ini pembunuhan berencana, Mas, saking rapinya ini pembunuhan, mungkin sudah direncanakan jauh-jauh hari atau gimana,”

Turinah juga mengatakan bahwa anaknya sempat cuti kerja sebelum hilang dan ditemukan tewas, ia juga sempat bingung saat Yodi pergi kerja sehari sebelum kematiannya.

“Almarhum kan cuti empat hari. saya jadi bingung pas liat dia turun dari atas pakai sepatu. saat saya tanya, dia bilang udah masuk. Masuk sore”

Yodi Prabowo terakhir terlihat bertugas di kantor Metro TV pada hari Selasa 7 Juli 2020 pada pukul 15.00 – 22.27 WIB. Pacanya Yodi, Suci diketahui terakhir menghubungin Yodi pada pukul 22.00 WIB.

Baca Juga:  Sumur Jalatunda Dieng Pengabul Harapan

Setelah itu ponsel Yodi tidak bisa dihubungi hingga akhirnya ia ditemukan tewas pada Jumat 10 juli 2020 pada pukul 11.30 WIB oleh tiga orang anak kecil yang sedang bermain layangan. Di TKP polisi menemukan:

  • KTP
  • NPWP
  • ATM
  • Motor Honda Beat warna putih bernomor B 6750 WHC
  • 3 STNK
  • Uang  Rp 40.000
  • Helm
  • Jaket
  • Tas
  • Ponsel
  • dan pisau

Jadi apakah Yodi Prabowo benar-benar melakukan bunuh diri? Ataukah memang ada dalang yang sangat lihai di balik kematiannya?

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*