Tesla Death Ray, Rancangan Senjata Pemusnah Massal Yang Hilang

Tesla Death Ray, Rancangan Senjata Pemusnah Massal Yang Hilang
Teori Konspirasi

Banyak desas-desus yang beredar bahwa salah satu ilmuwan terbesar yang pernah ada, Nikola Tesla, memiliki sebuah rancangan senjata yang luar biasa berbahaya, yang bahkan dapat memusnahkan jutaan umat manusia dalam sekejap.

Menurut Tesla senjata pembunuh massal ini justru dapat menjadi solusi perdamaian dunia dan mencegah terjadinya perang. Namun rancangan tersebut hilang tanpa jejak setelah kematiannya.

Nikola Tesla memiliki hak paten untuk sekitar 300 penemuan-penemuannya dalam bidang kelistrikan seperti; Induksi koil, lampu pijar, dinamo, transformer dan kondeser. Ia juga terkenal karena kontribusinya yang besar dalam penelitian listrik Alternating Current (AC).

Jika kalian membaca rekam jejaknya. Tesla selalu dikaitkan dengan berbagai penemuannya luar biasanya yang lebih maju dibandingkan zamannya.

Seorang insinyur sekaligus anak didik Tesla, Otis T. Carr. menyatakan bahwa ia dan rekannya, Ralph King, pernah membuat sebuah pesawat berbentuk piringan yang sukses diterbangkan dan membawa mereka dengan kecepatan cahaya sejauh 10 mil. Carr mengaku bahwa ia menggunakan semua prinsip teori yang diajarkan oleh Tesla dalam pembuatan pesawat tersebut.

Tesla juga terkenal kerena sering dikaitkan dengan sebuah peristiwa ledakan yang luar biasa besar di Rusia, yaitu Ledakan Tunguska. Banyak yang meyakini ledakan tersebut terjadi karena telas mencoba mentransmisikan energi listrik tegangan tinggi menggunakan menara Wardenclyffe.

Nikola Tesla Memilik Lebih dari 300 Hak Paten

Pada tahun 1938, Nikola Tesla memberi pernyataan kepada sebuah reporter bahwa ia dapat membuat sejata pemusnah massal yang jika siapapun memilikinya maka mungkin ia dapat menjadi penguasa dunia. Senjata yang dimaksud dikenal dengan nama, Tesla Death Ray.

Tesla mengatakan:

Senjata ini dapat mengirim pancaran partikel yang terkonsentrasi melalui udara kemudian akan terbang dengan kecepatan yang hampir menyamai kecepatan cahaya. Dengan energi yang sebesar ini maka ia dapat menggugurkan hingga 10.000 pesawat tempur dalam jarak 250 mil dan membunuh jutaan tentara musih langsung di tempat.

Dibutuhkan empat penemuan yang dikombinasikan menjadi satu untuk membuat senjata mematikan ini:

  • Penemuan pertama adalah sebuah peralatan yang bisa meniadakan pengaruh atmosfer terhadap partikel-partikel tersebut.
  • Penemuan kedua adalah metode untuk menghasilkan potensi kekuatan listrik yang sangat besar.
  • Penemuan ketiga adalah metode untuk meningkatkan kekuatan listrik yang dihasilkan hingga mencapai 50.000.000 volts.
  • Penemuan keempat adalah pembuatan sebuah alat untuk melontarkan kekuatan listrik yang telah dihasilkan.

Tesla mengatakan telah menguji coba dua dari penemuan tersebut, sisanya hanya perlu sedikit penyempurnaan. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan dana sekitar 2 juta dolar dan tenggat waktu sekitar 3 bulan.

Dibandingkan dengan kedahsyatan sejata tersebut, tentunya dana dan jangka waktu yang dibutuhkan tidak berarti apa-apa. Seandainya proyek ini disetujui, maka Tesla berencana membangun sejumlah menara pembangkit listrik di wilayah perbatasan.

Jika pemerintah Amerika menyetujui penawarannya, maka Tesla akan mulai bekerja namun dengan 1 syarat. Ia ingin pemerintah sepenuhnya percaya terhadapnya tanpa ada campur tangan dari ahli-ahli lainnya. Tesla juga mengatakan bahwa semua rancangannya telah siap dan disimpan dalam arsip pribadinya.

Rancangan Tesla Death Ray

Masyarakat awan mungkin berpikir Tesla hanya mengada-ada. Namun, dalam dunia sains hal yang dijelaskan Tesla sepenuhnya masuk akal. Pancaran partikel yang akan digunakan oleh tesla sebagai senjata pembunuh massal tersebut, sebenarnya sudah sering kita jumpai di zaman yang modern ini.

Pacaran partikel hanyalah sebuah pancaran cahaya yang mengandung berbagai gelombang elektromagnetik. Salah satu penggunaannya adalah pada alat operasi sinar laser yang digunakan untuk operasi pembedahan otak, bahkan teknologi lasik juga menggunakan sinar laser ini.

Tapi tentunya pacaran partikel yang dibahas oleh Tesla memiliki skala yang bebeda jauh dari sekedar alat operasi.

Lalu mengapa Tesla berniat menciptakan senjata yang sangat berbahaya ini yang bahkan dapat mengancam eksistensi umat manusia? Ternyata Tesla memiliki pandangannya sendjri.

Menurutnya, senjata pemusnah ini akan berguna untuk mencegah perang, karena perang dunia ke-1 baru saja berakhir saat ia membuat pernyataan tersebut. Dan untuk persiapan memasuki perang dunia ke-II, Tesla berambisi besar untuk mengakhiri konflik dunia tersebut dan menciptakan pedamaian dunia.

Tesla menulis dalam salah satu catatannya:

Selama bertahun-tahun, aku mencoba untuk mencari solusi dari masalah terberat umat manusia, yaitu bagaimana menjaga perdamaian dunia.

Mengenai Tesla Death Ray, ia mengatakan:

Penemuan ini akan membuat perang menjadi tidak mungkin. Sinar kematian itu akan mengelilingi perbatasan setiap negara seperti tembok Cina namun tidak terlihat, dan “tembok” ini jutaan kali lebih sulit untuk ditembus, bahkan olah pesawat tempur sekalipun.

Menurut Tesla untuk mencegah terjadinya perang maka setiap negara harus melindungi diri dengan senjata yang sangat hebat sehingga musuh mengurungkan niat untuk menyerang.

Namun sayangnya, meskipun sudah mendekati terjadinya perang dunia ke-II, pemerintah Amerika tidak pernah menganggap serius ide Tesla, begitu juga beberapa negara lainnya, sehingga ketertarikan terhadap Tesla Death Ray ini perlahan mulai hilang dan dilupakan.

Tesla Death Ray Menurut Nikola Tesla


Baca Juga: Mary Celeste, Misteri Kapal Yang Kehilangan Penumpangnya


Ingatan mengenai senjata pemusnah ini mulai muncul kembali setelah kematian Tesla, bersamaan dengan munculnya sebuah misteri yang cukup membingungkan dunia.

Nikola Tesla meninggal di New York di lantai 33, kamar 3327 pada usia 86 tahun. Ia tidak pernah menikah, sehingga harta benda dan dokumen-dokumen pribadi seharusnya diwariskan kepada sanak saudaranya.

Namun yang aneh di sini adalah, tak lama setelah kematian Tesla, beberapa agen dari Alien Property Custodian, departemen kehakiman Amerika, langsung menyita seluruh dokumen-dokumen pribadinya, padahal Tesla sendiri adalah warga resmi Amerika Serikat. Tindakan ini juga diakui oleh FBI dalam situs resminya.

Misteri semakin bertambah ketika pemerintah Amerika mengadakan pemeriksaan mendetil ke seluruh dokumen yang disita namun tidak dapat menemukan catatan mengenai rancangan Tesla Death Ray. Rancangan tersebut seolah-olah hilang tanpa jejak.

Hilangnya rancangan tersebut membuat negara Amerika, Rusia dan Jerman berlomba-lomba untuk menemukannya. Namun sayangnya hingga saat ini keberadaan dokumen rancangan tersebut masih menjadi misteri.

President Wilson with Mitchell Palmer, the first Alien Property Custodian

Lalu apakah Tesla benar-benar memiliki rancangan tersebut?

George Keegan, seorang jenderal angkatan utara Amerika Serikat, meyakini bahwa rancangan tersebut berada di tangan Uni Soviet. Dugaan ini timbul karena Tesla ternyata telah mempresentasikan idenya kepada negara-negara lain ketika penawarannya kepada pemerintah Amerika ditolak.

Nikola Tesla juga pernah menawarkan rancangan senjatanya kepada negara Inggris dengan harga 3 juta dolar dan tempo waktu pengerjaan selama 3 bulan. Namun ternyata tawarannya juga tidak mendapat respon baik dari kerajaan Inggris.

Disisi lain, pihak Uni Soviet yang mendengar hal tersebut merasa tertarik dengan ide Tesla. Hingga konon katanya pada tahun 1937, setahun sebelum Tesla mempresentasikan idenya ke publik, ia telah mempresentasikannya terlebih dahulu kepada Amtorg Trading Corporation, salah satu perwakilan Soviet di New York.

Lalu dua tahun kemudian, Tesla diduga telah melakukan uji coba tahap pertama dari rancangannya di hadapan pihak Uni Soviet. Setelah itu ia meneriman uang sebesar $25.000. Namun setelah itu tidak ada kejelasan bagaimana kelanjutan dari proyek tersebut.

Teori lainnya mengatakan bahwa Tesla memang tidak membangun proyeknya, namun hanya menjual rancangannya kepada Uni Soviet.

Dugaan dan teori-teori ini juga dikuatkan ketika Uni Soviet mencoba melakukan invasi ke Afghanistan pada tahun 1979. Pada masa perang tersebut, terlihat sebuah cahaya aneh yang dikeluarkan oleh helikopter Uni Soviet dan diarahkan ke tentara lawan.

Cahaya tersebut menewaskan mereka dan mayatnya tidak membusuk hingga satu bulan lamanya. Saat diteliti, banyak yang percaya bahwa Uni Soviet menggunakan gas beracun jenis baru, namun banyak juga yang mengatakan bahwa keanehan tersebut adalah hasil dari senjata berelektromagnetik kuat.

Jadi, ada kemungkinan Uni Soviet telah berhasil membuat Tesla Death Ray dengan sedikit modifikasi.

Dugaan Rancangan Tesla Death Ray di Uni Soviet

 

Selain teori Uni Soviet, tidak sedikit orang yang percaya bahwa sebenarnya rancangan Tesla berada di tangan pemerintah Amerika Serikat sendiri.

Teori ini juga didukung dengan beberapa bukti yang cukup kuat.

Pada tahun 1958, 15 tahun setelah kematian Nikola Tesla, salah satu badan pemerintah Amerika Serikat, DARPA, telah meneliti senjata partikel baru untuk militer. Meskipun skalanya lebih kecil, namun prinsip dan teori yang mereka gunakan sama persis dengan ide Tesla.

Sayangnya proyek ini harus dihentikan karena kurangnya sumber daya. Salah satunya adalah pembangkit listrik yang mereka gunakan dalam perang tidak mampu memproyeksikan kekuatan pancaran yang dibutuhkan oleh senjata tersebut.

Seandainya masalah tersebut terselesaikan, mungkin di masa depan proyek tersebut akan berjalan lagi.

The Defense Advanced Research Projects Agency

Di sisi lain banyak juga mempercayai bahwa sebenarnya Tesla tidak pernah memiliki rancangan tersebut. Menurut mereka, Tesla Death Ray merupakan salah satu dari sekain banyak klaim yang diberikan oleh Tesla namun tidak pernah terealisasi.

Beberapa diantaranya seperti pada tahun 1900, Tesla pernah memberi pernyataan bahwa ia dapat menyembuhkan TBC dengan osilasi listrik. Setelah itu, pada tahun 1927 ia juga pernah mengatakan bahwa ia dapat membuat alat untuk mengendalikan kekuatan samudera.

Di tahun 1931 Tesla kembali melakukan klaim bahwa ia dapat membuat bahan bakan dengan energi kosmik dan menjadikan bahan bakar fosil tidak bernilai lagi. Namun semua kalim tersebut tidak pernah terwujud. Jadi, kemungkinan Tesla Death Ray adalah salah satu dari klaim fantastis Tesla lainnya.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*