Jotenin Gounji, Kuil Buddha Jepang di Luar Angkasa

Mungkinkah kuil Buddha Jepang, Jotenin Gounji dapat diluncurkan ke luar angkasa?

Ada banyak alkitab yang di bawa ke luar angkasa. Buzz Aldrin (seorang astronot Amerika) bahkan membawa anggur dan roti komuni ke bulan. Tetapi memang belum pernah ada Gereja dan Kuil yang berada di luar angkasa.

Namun, hal tersebut mungkin akan segera berubah, ketika sekelompok biksu Buddha di Jepang akan meluncurkan sebuah kuil ke luar angkasa, dengan Buddha luar angkasa di dalamnya yang dikatakan akan membawa kebahagiaan dan kedamaian serta memungkinkan orang-orang di Bumi untuk “terhubung satu sama lain melalui luar angkasa.”

Tapi, bagaimana caranya mereka membakar dupa tanpa api atau oksigen di atas sana? Bukankah itu terdengar cukup menarik?

Jotenin Gounji Rumah Ibadah Pertama di Luar Angkasa

Jotenin Gounji.

Di masa lalu, orang-orang memiliki sebuah kuil di lingkungan mereka. sebuah tempat yang dapat mereka kunjungi secara teratur. Namun, dengan banyaknya orang yang pindah ke tempat lain, serta pandemi virus corona yang melanda, maka aktivitas tersebut menjadi sulit dilakukan. Kami ingin membangun kuil yang dapat dengan mudah dituju orang.

Seorang juru bicara Terra Space, pengembang satelit, mengatakan kepada Japan Times bahwa perusahaan mereka telah bekerja sama dengan Kuil Daigo Ji Kyoto untuk meluncurkan Kuil Jotenin Gounji di dalam satelit.

Namanya berarti “surga yang murni” dan itu tidak hanya akan menjadi kuil Buddha pertama tetapi rumah ibadah pertama di luar angkasa. Kuil tersebut hanya akan menempati setengah dari ruang di satelit, tapi itu adalah ruang yang cukup untuk mandala (konfigurasi geometris dewa dan simbol – simbol) serta patung Vairocana, Buddha surgawi.

Jika ada yang tahu cara menjalankan kuil, di Bumi atau di luar angkasa, maka itu adalah para biksu dari Kuil Daigoji. Didirikan pada tahun 874, kuil ini adalah Situs Warisan Dunia dan rumah bagi bangunan terverifikasi tertua di Kyoto – Pagoda lima lantai yang dibangun pada tahun 951, dan para biksu sama seriusnya dengan kuil luar angkasa Jotenin Gounji.

Pada 8 Februari, Daigoji akan mengadakan upacara doa luar angkasa pertama untuk proyek-proyek yang telah dimulai. Pada hari itu mereka ingin berdoa untuk perdamaian dan keamanan di luar angkasa sementara manusia terus tinggal di bumi. Upacara tersebut dikatakan berlangsung secara teratur dan jika kuil luar angkasa aktif, juga akan berisi gambar dari satelit yang diambil. 

Sumikai.com melaporkan bahwa Terra Space rencananya juga akan meluncurkan satelit yang berisi candi pada tahun 2023 dan menempatkannya di ketinggian 450 km (280 mil) di mana ia akan mengorbiti Bumi setiap 90 menit.

Para biksu dari jarak jauh akan mengadakan “layanan luar angkasa” dari Kuil Jotenin Gounji, mengirimkan doa ke kuil luar angkasa yang akan direkam dalam memori digitalnya.

Kuil Buddha Luar Angkasa

Disisi lain, satelit yang membawa Jotenin Gounji adalah satelit komunikasi, sehingga kuil luar angkasa tersebut dapat mengaksesnya untuk memantau kuil Buddha lainnya di daerah terpencil pegunungan jika terjadi bencana, yang dimana tidak ada akses internet atau ponsel di sana.

Meskipun para biksu menginginkan kuil yang dapat dengan mudah dituju oleh semua orang, namun Jotenin Gounji tidaklah mungkin untuk dimasuki, karena seluruh satelitnya hanyalah seukuran “kotak perhiasan”.

Masalah lainnya adalah dana yang dibutuhkan. Satelit tersebut akan menelan biaya ¥ 200 juta (Rp 26 Miliar), sehingga Terra Space dan Kuil Daigoji akan mengumpulkan dana dengan menjual barang-barang koleksi, jimat keberuntungan, dan layanan dari kuil yang berhubungan dengan ruang angkasa.

Jotenin Gounji mungkin memiliki arti “surga yang murni”, tetapi para biksu pasti mengetahui bahwa menjalankan kuil luar angkasa lebih seperti neraka bisnis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*