Pembunuh Berantai

Pembunuh Berantai

-Pembunuh Berantai- Hei~ Namaku Remi, aku adalah seorang artis yang cantik. Aku mempunyai seorang teman yaitu Leni. Aku sangat suka memposting makanan mewah di IG-ku, temanku juga sangat membantuku. Hari ini aku dan temanku akan pergi ke restoran, dan setelah pesanan datang, seperti biasa aku pun memfoto dan menguploadnya ke IG-ku.

Setelah selesai makan aku mengambil tas dan melihat ada darah, aku pun teriak dan ternyata itu adalah minuman yang sengaja ditumpahi ditasku. Aku pun mengamuk, Leni menarikku dan aku pun berkata “Kubunuh kau”. Setelah 5 menit dia pun meminta maaf,

Malam pun tiba, ternyata dia adalah orang yang iri padaku karena itu dia merekam sifat asliku dan menguploadnya ke sosmed. Semua orang di komentar malah memaharahi orang yang merekam sifat asliku itu, dan bukan aku yang dilecehkan.

Aku pun berkata “Karena mukaku yang cantik itu tidak tertandingi, hahahaha”,

Leni mengirimkan chat kepadaku “HEI!!! Remi, jangan terlalu banyak memposting fotomu di sosmed, nanti bisa-bisa ada pembunuh berantai yang mengikutimu jika dia tergila-gila padamu” denganmu!!

Aku membalas “Emang kenapa!! Tak perlu menakutiku, Kau tau kan kalau aku takut aku tidak bisa tidur!!”

Leni membalas “Aku mengkhawatirkanmu lho, kenapa kamu malah marah!!”.

Aku membalas “Biarkan saja!! Ini tidak ada urusannya denganmu!!!”.

Leni membalas dengan marah “Oh gitu, jika itu yang kamu mau aku tidak akan mengurusmu lagi!!!”

Aku membalas dengan tegas “Terserah kamu,,, Hmm!!!”.

25 menit kemudian, Leni kembali mengirimkan chat “Aku minta maaf ya, karena marah-marah gak jelas”.

Aku pun kebingungan Leni yang begitu keras kepala, meminta maaf duluan, yah sebenarnya aku berencana minta maaf duluan sih.

Aku pun membalas “Oh, ya gapapa kok”.Aku menge-chat Leni terus setelah itu dan tidak ada balasan, Aku mengoceh dalan hati “nih anak kenapa sih udah minta maaf tapi kayak masih ngambek”

Onigiri

Keesokan harinya di siang hari, aku mengecek hp-ku ternyata masih tidak ada balasan sama sekali. Aku pun mengoceh dalam hati saat sedang syuting, sampai syuting selesai aku pergi ke minimarket untuk beli makanan, saat aku masuk dan melihat si kasir aku berbicara di dalam hati “Pangeran datang untukku”.

Setelah selesai memilih makanan aku pun bayar di kasir, aku terus menatapnya sampai aku pergi. Dan saat itu ada orang yang berbisik di telingaku “BELI MAKANAN MURAHAN. SAAT MAKAN BIASA, TIDAK DI UPLOAD DI SOSMED. SAAT MAKAN MEWAH, KAU MALAH MENGUPLOADNYA DISOSMED. MAU PAMER!!!”.

Aku pun tidak tahan dan aku melempar makananku ke kasir, sangkin emosinya, aku sampai berkhayal apa mungkin aku menghina diriku sendiri, tapi ada yang aneh. Aku pun minta maaf dan langsung lari, setelah membeli makanan aku pergi kerumah Leni.

Setelah hampir sampai dirumah Leni, aku menerima pesan, aku pun tidak mengkhawatirkan Leni lagi karena dia menge-chatku. Tapi tenyata itu bukan Leni, tetapi NOMOR TIDAK DIKENAL!!!.

Aku pun ketakutan karena dia bilang “Kenapa kamu marah!”, dia bicara seolah-olah dia Leni. Aku pun berlari menuju kerumah Leni, setelah membuka pintu.

Aku bergetar, menangis dan berkeringat dingin, tiba-tiba ada orang yang menyentuh bahuku dan berkata..

“KENAPA KAMU MARAH”

Terima kasih telah membaca 🙂

 

Thanks to: Putri Syazhzaratuddar Maharani
edited by The House Keeper.

2 thoughts on “Pembunuh Berantai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
error: Alert: Konten Dilindingi !!