Jangan Tinggalkan Aku Sendirian

Jangan Tinggalkan Aku Sendirian “Filmnya keren banget ya.. sih Dina sampai menangis karena ketakutan nih, hahaha” Lisa tertawa terbahak-bahak sambil merangkul pundak Dina.

“Ah Apaan sih..” Jawab Dina sedikit jengkel

“Eh, Wulan belum balik yah Na?” Tanyaku mengalihkan pembicaraan

“Eh iya ya.. “ timpal Lisa “Bukannya biasa kalian selalu bareng yah Na?, katanya roommate goals, hahahha”

“Iya tuh. Tumben banget sih kamu sendiri Na, sampai malam begini lagi..” tambahku sambil melihat jam tangan “Wah udah jam dua belas lewat nih, kita udahan dulu yah”

Jangan Tinggalkan Aku Sendirian

Aku dan Lisa menunggu jawaban dari Dina, Gadis manis berambut panjang ini malah terlihat diam membeku dengan wajah yang pucat.

“Eh.. Mmm”gumamnya sambil memainkan tali tas punggungnya. Matanya nampak gelisah menatap sekeliling “Emm, kalian nginep aja yuk di dorm aku..”

“What?!” seperti biasa, Lisa  paling cepat merespon “Kok, tiba-tiba banget? Haha, jangan bilang kamu masih takut karena film tadi?”

Dina tak menghiraukan perkataan Lisa, dan terliha masih saja gelisah “Temenin aku pulang, guys”

Aku dan Lisa saling bertatap “Seriusan Na ?” Lisa kembali berkata “Sampai setakut itukah kamu? Ya tuhan, tenang aja na.. hantu itu hanya ada di film-film, semuanya hanya cerita fiksi. Kamu gak perlu sampai setakut ini” jelas Lisa sambil menepuk bahu dina.

“Ku.. kumohon, jangan tinggalin aku sendirian” Dina menjawab pelan

“Maaf yah Na” Aku menjawab “Aku bukannya gak mau, tapi kan kamu tahu besok pagi aku ada ujian” jawab ku dengan berat hati.“Iya, lagipula dorm kamu dengan asrama kampus kita tuh jauh banget” Lisa menambahkan

“Kamu tenang aja, kamu gak perlu setakut itu, lagipula daerah sini aman kok, jadi kamu tidak perlu khawatir”Aku merasa iba melihat Dina, namun sayang waktunya memang tidak tepat.

“Ehhh, lima menit lagi bus kita sampai” Lisa mengingatkan “Maaf yah Na, nanti kita kabari kamu kalo sudah sampai..” jawab Lisa sambil berlari menuju halte bus yang akan kita tumpangi.

“Sekali lagi maaf yah Na, kabari juga kalau memang terjadi apa-apa” ucapku berpisah dengan Dina, aku melangkahkan kakiku dengan berat sambil sesekali menoleh kebelakang untuk melihat gadis manis itu masih berdiri di tempat yang sama.

 

Keesokannya ••• 

 

Akhirnya aku sampai di flat-ku bersama Lisa setelah pulang dari kampus. Lisa langsung merebahkan diri di sofa yang empuk sambil menyalakan TV.

“Aku jadi merasa bersalah sama Dina, masih belum ada kabar darinya, ya?” tanya Lisa. Aku hanya menggeleng pelan.

Pembawa berita siang di telivisi mulai membacakan laporannya, sampai nama lokasi yang disebutkannya menarik perhatiaanku.

“Hey, bukankah itu tempat kita semalam?” ucapku terkejut.

Dengan gugup Lisa meraih remote untuk membesarkan volume suara di televisi.

“Penemuan mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya tewas mengenaskan di jalan xxxx menggemparkan warga sekitar, dugaan awal oleh kepolisian adalah kasus pembunuhan”

Oh Tuhan, ternyata laki-laki. entah mengapa aku merasa lega. Tak beberapa saat handphone-ku berdering. “Ahhh akhirnya Dina mengirim pesan juga.” Ucapku .

“Oh ya, dia bilang apa?” tanya Lisa

“Sudah kubilang, Jangan tinggalkan aku sendirian”

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *