Jimat Keberuntungan

Jimat Keberuntungan

Yuri, seorang gadis manis yang merupakan sahabat dekat dari Rika tiba-tiba memperlihatkan sebuah jimat kepadanya, sambil mengatakan “Rika, gunakan jimat keberuntungan ini, maka semua keinginanmu akan terkabul”.

Jimat yang unik, tampak seperti sebuah jalinan benang yang cukup rumit, namun bagi Rika benda itu lebih terlihat seperti gantungan kunci mungil daripada sebuah jimat. (Aku kasih gambarnya dibawah untuk ilustrasi saja, ya)

The Dream Catcher

“Darimana kau dapatkan benda seperti ini?” tanya Rika. Ia membayangkan mungkin Yuri mendapatkannya dari sebuah toko jimat yang ada di pasar malam atau semacamnya.

“Sudahlah, Tak penting darimana aku mendapatkannya” kata Yuri, ia segera mengikatkan jimat keberuntungan tersebut ke tangan Rika (Ternyata jimat itu juga bisa dikenakan sebagai gelang).

“Aku juga punya satu kok dan aku yakin jimat ini bisa kamu gunakan untuk mendapatkan perhatian dari kak Robert” kata Yuri.

“Ah, kamu ini bicara apa sih?” Bantah Rika dengan wajah memerah.

Yuri dan Rika, merupakan sepasang sahabat yang sudah saling mengenal sejak kecil. Rika adalah hal terpenting bagi Yuri, dan begitu juga sebaliknya. Jadi tak mungkin Rika bisa menyembunyikan perasaanya terhadap pemuda tampan yang ada disekolah tersebut, di hadapan Yuri.

“Sudah sudah … terima saja jimat ini! Kita kan sama-sama punya” Yuri menunjukkan hiasan yang tergantung di handphone-nya. Jimat yang sama, hanya berbeda warna saja.

Mau tak mau Rika akhirnya menerima jimat tersebut. Selain benda itu adalah hadiah dari sahabatnya, ternyata hati kecilnya juga berharap semoga ini benar-benar jimat yang dapat mengabulkan permohonan. Ia berharap jimat ini bisa membantunya mendapatkan cinta Robert.

Ternyata benar saja, seminggu kemudian, tiba-tiba Robert datang ke kelasnya saat istirahat makan siang dan menghampiri mejanya. “Hi, Rika? Apa kau malam minggu ini ada acara? Mau nonton bareng?” tiba-tiba saja pemuda itu bertanya.

Dan Rika.. Ia malah berbalik dan kabur keluar kelas tanpa memberi jawaban.

Akhirnya, rasa menyesal menghampirnya ketika perjalanan pulang sekolah. Rika berpikir betapa bodohnya sikap ia tadi. Tapi mau bagaimana lagi, hal itu terjadi secara tiba-tiba dan ia merasa malu.

Dia berpikir  “Apa tidak salah? Cowok paling ganteng di sekolah yang sudah ditaksirnya sejak lama, tiba tiba mengajaknya pergi nonton bareng, padahal sebelumnya cowok itu selalu tak menghiraukannya sama sekali

Rika menatap gelang yang ada di tangannya. “Apa mungkin gara-gara jimat keberuntungan ini ?”

Tak sadar berjalan, Rika pun tiba dirumahnya. Ketika masuk ke dalam rumah, Rika terkejut melihat ibunya sangat panik, “Ibu, ada apa?”

“Syukurlah kamu sudah pulang! Kakakmu baru saja mengalami kecelakaan!”

Kakaknya Rika ternyata baru saja tertabrak kendaraan yang melanggar lampu merah ketika menyeberang. Akibatnya dia harus dirawat di rumah sakit selama seminggu penuh.

Setelah keluar dari rumah sakit pun ia masih harus dibantu dengan tongkat untuk dapat berjalan. Rika pun akhirnya harus izin sekolah selama beberapa hari untuk membantu merawat kakaknya.

Ketika ia kembali masuk ke sekolah, Robert kembali menemuinya. “Rika, aku turut prihatin atas apa yang terjadi pada kakakmu. Jika kakakmu sudah baikkan, maukah kau pergi bersamaku malam minggu nanti?”. 

Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, kali ini Rika mengangguk dengan senang.

Malam minggu pun tiba, Rika dan pria pujaannya, Robert, menghabiskan waktu di malam minggu dengan pergi ke pasar malam, mereka menghabiskan waktu dengan mencoba semua wahana di sana.

Namun di tengah-tengah kesenangan mereka, tiba-tiba telepon genggam Rika berdering dan ternyata dari Ibunya.

“Cepatlah pulang! Rumah kita Kebakaran!”

Tanpa berpikir lagi, Rika langsung mengakhiri kencannya, dan langsung pulang. Setibanya di rumah, ibunya sedang terduduk menangis di depan bangunan terbakar yang sebelumnya adalah rumah mereka. Kini yang tersisa hanyalah balok balok dan tembok rumah yang terbakar hangus.

Rika pun menyadari sesuatu, bahwa semenjak ia menggunakan jimat itu, hidupnya menjadi penuh kesialan. Segera ia menghubungi Yuri, ia ingin serius menanyakan darimana Yuri mendapatkan jimat tersebut. Namun ternyata ponsel Yuri tidak aktif.

Terpaksa Rika harus mencarinya sendiri, ia memutuskan untuk mengunjungi beberapa pasar malam yang ada di kotanya namun nihil, tak ada satupun yang mengaku menjual jimat tersebut.

Sampai suatu ketika ia bertemu dengan seseorang di jalan yang menggunakan jimat yang sama. Rika pun bertanya, “Maaf, boleh saya tahu darimana anda mendapatkan jimat tersebut?”

“Oh, maksudmu ini? aku mendapatkannya di toko barang antik yang di ujung jalan sana.”

Rika pun langsung berlari ke toko tersebut, begitu memasuki toko itu, ia disambut oleh sang pemilik toko “Selamat datang, gadis manis. Anda berminat dengan jimat pengabul permintaan?, wah.. wah.. maaf, ternyata anda sudah memilikinya yah, hahaha” 

“Ya, saya sudah memilikinya, tapi kenapa jimat ini membawa kesialan untuk saya?” tanya Rika

“Oh ya? tapi permintaanmu terkabul kan? Tentu saja untuk setiap permintaan yang terkabul, kamu harus menebusnya. Kamu tidak mungkin berpikir untuk mendapatkan semua keinginanmu secara cuma-cuma, kan?” jawab pemilik toko

Pemilik Toko Jimat Keberuntungan

“Ja.. jadi permintaanku untuk bersama pria yang kusuka harus ditebus dengan sesuatu yang berharga bagiku?” pemilik toko itu mengangguk sambil tersenyum. Rika pun patah hati mendapatkan jawaban seperti itu, ia langsung memutuskan untuk membuang jimat tersebut.

Benar saja, setelah itu tidak pernah terjadi lagi kesialan-kesialan yang menimpa Rika, disertai dengan sikap Robert yang kembali seperti dulu, tidak pernah menghiraukan Rika.

Selama beberapa hari, Rika juga terus menghubungi Yuri, ia sangat khawatir dengan nasib sahabatnya karena tak satupun telepon yang diangkat bahkan pesan teksnya pun tak ada yang dibalas.

Bel pulang sekolah pun berbunyi, ketika Rika berjalan pulang dari sekolah, tiba-tiba telepon genggamnya bergetar, ternyata itu adalah pesan masuk dari Yuri.

“Rika, maaf aku baru menghubungimu. Aku terjatuh dari tangga dan kakiku terkilir jadi aku tidak bisa masuk sekolah beberapa hari ini. Hp-ku juga rusak gara-gara itu. Tapi sekarang aku sudah baik-baik saja, aku juga turut menyesal atas yang menimpa kakakmu yah”

Meskipun sedikit kesal, namun Rika mengerti dan cukup senang akhirnya ia mendapatkan kabar dari sahabatnya. Rika pun segera membalas pesan itu karena ingin memperingatkan mengenai jimat keberuntungan yang berbahaya tersebut, namun ternyata ada pesan lain yang masuk ..

“Oh iya, maaf juga aku baru mengabarimu soal ini. Aku sekarang sedang dalam perjalanan menuju Italia. Kau tahu? aku baru saja memenangkan tiket perjalanan impianku ke eropa. Beruntung sekali kan aku, hahaha. Tenang saja Rika, aku akan membawakanmu oleh-oleh yang banyak dari sini”. 

Seketika setelah membaca pesan itu, Rika menoleh karena terkejut oleh suara klakson yang sangat kencang. Dilihatnya sebuah bus besar tengah melaju cepat ke arahnya.

Please follow and like us:
20

1 thought on “Jimat Keberuntungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *