Mengunjungi Nenek

Mengunjungi Nenek

Mama tau kamu sangat gembira bisa bertemu nenek lagi, Sayang. Tapi kali ini mama mohon, kamu jangan terlalu erat saat memeluk nenek, ya. Beliau sudah sangat renta, tulang-tulangnya mulai rapuh, dan kamu pasti tidak ingin menyakitinya, kan?

Jangan bicara apapun tentang baunya juga ya. Aroma nenekmu mungkin tidak seperti dulu, namun semua itu bukan salah beliau, Ketika orang menua, tubuh mereka juga ikut berubah. Jadi semua itu normal. Baunya juga akan memenuhi seluruh ruangan, dan jika kau merasa mual, itu juga hal yang normal.

Memang di sana banyak lalat, Mama tau itu. Tapi sayang, jangan katakan apapun kepada nenekmu, hiraukan saja lalat-lalat itu, mereka tidak bisa menyakitimu, begitu juga dengan nenek.

Tidak, kita tidak bisa membuka tirainya! Nenekmu tidak menyukai suasana yang terang, karena beliau sangat menjaga privasinya, dan tentu kita harus menghormatinya.

Ya, Mama tahu tubuh nenekmu sangat dingin. Namun itu wajar, karena ketika kita sudah tua, sirkulasi di dalam tubuh juga akan berhenti bekerja sempurna, aliran darahmu tidak akan mengalir seperti yang seharusnya. Memang kedengarannya buruk, tapi nenek tidak apa-apa kok, beliau sudah terbiasa dengan itu.

Mengajak bicara juga tidak boleh, Sayang. Pendengaran nenek sudah mulai buruk dan tenggorokannya sangat kering, sehingga membuatnya sulit untuk berbicara. Kamu cukup memberitahukannya saja bahwa kamu mencintainya, dan jangan kesal jika beliau tidak membalasnya, ya.

Tidak..tidak, Tak ada sesuatu yang merangkak keluar dari lubang hidung nenek, Sayang. Kamu pasti salah lihat, kan kamarnya sangat gelap.

Oh tentu saja, kapan-kapan kita bisa mengunjungi nenek lagi. Kita semua sayang kan sama nenek, tentunya kita juga ingin semua orang tahu bahwa kita menyayangi beliau dan betapa bahagianya kita bisa melihat beliau lagi.

Kamu mengerti, kan?

Kamu harus mengatakan pada orang-orang bahwa kamu melihat nenekmu. Katakan juga pada mereka bahwa beliau baik-baik saja. Dia akan terus berumur panjang hingga bertahun-tahun ke depan.

Jadilah anak yang manis, Sayang, dan sekarang ambil surat itu yang ada di kotak pos, yang di amplopnya bertuliskan “Dana Pensiun”. Nenekmu ingin kita memilikinya

Ucapkan juga selamat tinggal pada nenekmu. Bilang kamu sayang pada beliau.

Jangan khawatir, kita akan mengunjungi nenek kembali bulan depan.

 

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *