Kotak Mainan Iblis (Part 1)

The Devil's Toy Box
CreepyPasta Indonesia

“The Devil’s Toy Box” atau Kotak Mainan Iblis, adalah legenda urban yang dikenal oleh para penggemar horor sebagai inspirasi untuk Konfigurasi Lament yang terkenal dari serial Hellraiser besutan Cliver Barker.

Padahal kenyataanya “Kotak Mainan Iblis” yang sama sekali bukan mainan itu sebenarnya adalah sebuah ruangan kecil, di mana lantai, langit-langit, dan dindingnya masing-masing terdiri dari satu cermin raksasa.

Menurut legenda, jika kamu terlalu lama berdiri di dalam ruangan cermin ini, iblis akan muncul dan mencuri jiwamu. Dalam banyak versi kisah yang beredar, iblis tersebut melakukannya dengan cara mengulitimu hidup-hidup.

Aku memberitahumu cerita singkat tersebut karena sekitar dua minggu yang lalu, aku mendapatkan email dari seorang teman lama, yang menanyakan apakah aku dapat membantu adik perempuannya, seorang gadis berusia 18 tahun yang bisa kami panggil, Erin. Aku tidak begitu kenal dengannya, dan Ia sekarang berada di Louisiana Utara.

Seperti banyak tempat lainnya, tempat di mana Erin dibesarkan juga memiliki daya tarik berupa atraksi rumah hantu yang diadakan setiap bulan Oktober.  Atraksi itu disebut Farmer Grave’s Haunted Orchard dan di tahun-tahun sebelumnya memang terasa mendebarkannya seperti namanya. Tapi sekarang? kurasa tidak.

Jadi untuk menyambut Halloween, pemilik atraksi tersebut memutuskan untuk membangun beberapa wahana interaktif baru, berupa bangunan tanpa jendela yang disebut The Devil’s Toy Box atau Kotak Mainan Iblis. Bangunan ini adalah sebuah rungan kecil yang terdiri dari cermin-cermin besar.

Begitulah cara Erin mendengar penjelasan mengenai wahana baru tersebut, dia sendiri tidak pernah berada di dalam Kotak Mainan itu. Disisi lain, Farmer Grave ditutup kurang dari seminggu setelah pembukaannya akibat dari banyaknya orang yang harus dirawat di rumah sakit setelah masuk ke dalam wahana itu.

Ilustrasi The Devil's Toy Box

Erin tidak mendapatkan kesempatan untuk mencobanya sendiri bahkan hingga hari penutupannya, tetapi dia telah mendengar cerita-cerita yang tak terhitung jumlahnya dari teman-teman sekelasnya di sekolah.

Nampaknya, tidak ada yang bisa bertahan lebih dari lima menit di dalam ruangan itu. Bahkan ada pengatur waktu besar yang dipasang di samping bangunan, di sana terliha berapa lama pengunjung berada di dalam saat itu, lengkap dengan hasil waktu terpanjang yang pernah tercatat di bawahnya, yang maksimal hanya dapat bertahan empat menit.

Pengunjung dengan rekor waktu terlama tersebut adalah Roger Heltz, yang berusia 52 tahun dan memiliki tiga anak. Sayangnya, setelah keluar dari sana, ia menjadi bisa, dan hingga hari ini dia masih belum dapat mengucapkan sepatah kata pun.

Pria yang berhasil bertahan selama itu (Roger Heltz, usia 52, ayah tiga anak) telah berubah menjadi bisu mata lebar. Sampai hari ini, dia masih belum mengucapkan sepatah kata pun. Setelahnya ada seorang wanita menderita serangan jantung dengan hanya 90 detik di dalam ruangan tersebut.

Baca Juga:  Tidak Ada Yang Namanya AREA 51!

Seorang anak laki-laki berusia 17 tahun harus diseret keluar, sambil menendang-nendang dan berteriak dan melakukan bunuh diri dua minggu kemudian. Sebenarnya ada apa di dalam ruangan tersebut? Namun apa pun kebenaran masalahnya, pejabat kota dengan cepat bertindak untuk membuat Farmer Grave ditutup.

Tentu saja, hal itu tidak dapat menghentikan orang-orang untuk membicarakan tentang wahana yang sekarang menjadi terkenal itu. Selama sebulan ke depan, sepertinya Kotak Mainan Iblis adalah satu-satunya hal yang ada dipikiran siapapun di daerah tersebut.

Hingga akhirnya wahana The Devil’s Toy Box menjadi legenda setempat, dan tidak butuh waktu lama membuat para remaja yang penasaran mulai menelusuri Farmer Grave pada malam hari untuk melihat kotak mainan itu dengan mata kepala mereka sendiri.

Farmer Grave’s Haunted Orchard  sendiri dimiliki oleh pasangan paruh baya bernama Will dan Darlene Sawyer. Ketika dewan kota memerintahkan keluarga Sawyer untuk menutup tempat itu, mereka menjadi sangat kesal, sehingga mereka membiarkan sebagian besar wahana masih berdiri, termasuk Kotak Mainan Iblis.

Kebun yang sebenarnya berada di sebidang tanah yang terletak di bagian belakang properti mereka dan hanya dapat diakses melalui jalan tanah dua jalur yang sempit.

Suatu malam, beberapa senior di sekolah Erin menyelinap ke properti keluarga Sawyer dengan berani dan mengklaim mereka menemukan pintu masuk Toy Box yang terkunci, tapi kemudian Will Sawyer muncul entah dari mana dan bertanya apakah mereka ingin masuk ke dalam.

Kedatangan Will yang tiba-tiba mengejutkan para remaja itu, tetapi begitu mereka menyadari bahwa Will tidak marah pada mereka karena masuk tanpa izin, melainkan nampak senang melihat mereka. Para remaja itu memutuskan menerima tawarannya untuk masuk ke dalam wahana itu.

Namun. mereka langsung ketakutan begitu Will membuka kunci pintu ruangan tersebut dan melhat pintu itu seolah terbuka sendiri, seperti mulut lapar saat melihat makanan.

Begitulah rumor tentang uji nyali melihat Kotak Mainan Iblis di tengah malam mulai beredar. Sebagian besar orang yang mencobanya mengklaim bahwa mereka bertemu dengan Will Sawyer setelah menunggu di samping ruangan tersebut untuk waktu yang tidak ditentukan.

Beberapa dari mereka bahkan mengatakan mereka masuk ke dalam ruangan tersebut, tetapi klaim ini dianggap sebagai omong kosong belaka. Tak ada seorang pun yang keluar dari ruangan tersebut dalam keadaan baik-baik saja.

Minggu lalu, pacar Erin, Troy, pergi ke sana bersama beberapa temannya dan Erin tidak melihatnya lagi sejak itu. Orang tuanya melaporkan dia hilang dan Erin bahkan memberi tahu polisi tentang rumor seputar Kotak Mainan Iblis, tetapi mereka tidak menanggapinya dengan serius.

Baca Juga:  Surat Keluhan Apartemen

Sekarang, Erin menjadi gila karena mengkhawatirkan Troy dan tentu saja, dia berharap aku akan cukup tertarik dengan ceritanya dan ikut dengannya menyelidiki Farmer Grave karena dia terlalu takut untuk melakukannya sendiri.

Lokasi Erin hanya tiga jam berkendara dari New Orleans, jadi aku meminta temanku Jason dan pacarnya Gretchen untuk ikut denganku. Dengan cara ini, aku tidak akan merasa begitu aneh karena mengemudi sejauh itu untuk menemui seorang gadis berusia 18 tahun yang bahkan tidakku kenal.

Legenda Urban Kotak Mainan Iblis

Kami tiba ke kota sekitar pukul 17.00 hari Sabtu itu dan bertemu dengan Erin di “McDonald’s” sesuai permintaanya. Aku tertawa ketika pertama kali mendengar dia mengatakan itu dan langsung merasa seperti orang brengsek karena menganggap lucu bahwa kota Erin hanya memiliki satu McDonald’s, yang ternyata memang hanya satu!

Temu sapa kami dimulai dengan sedikit canggung karena semua tatapan mata yang kami dapatkan di dalam  restoran. Dan lagi, apa yang akan dilakukan tiga orang asing yang mengemudi ke kota untuk bertemu dengan seorang gadis remaja di McDonald’s?

Syukurlah, Gretchen ada di sana untuk mencarikan suasana dengan satu pertanyaan sederhana. “Apakah kamu membuatnya?”

Dia menunjuk ke arah ransel Erin, yang sebenarnya adalah boneka boneka yang aku kenali sebagai “Putri Angkasa Lumpy” dari kartun Adventure Time, hanya sebagian besar isinya telah dilepas dan kantong ungu telah ditaburkan ke dalamnya yang ditutup rapat melalui ritsleting ungu yang serasi. Strapnya terbuat dari sabuk pengaman tua yang tampak retro.

Erin mengangguk dan mulut Gretchen terbuka lebar.

“Ya Tuhan, maukah kau membuatkanku satu? Tidak, Maukah kau membuatkan ku DUA?” Gretchen bertanya.

“Tentu, asal kamu menyediakan bahan-bahannya,” kata Erin sambil tertawa.

“Sepakat!” Gretchen menyeringai lebar saat dia berbalik menghadapku. “Kamu harus membantu gadis ini agar dia bisa membuatkanku ransel kecil yang menggemaskan.”

Saat itu kurang lebih pukul 10 malam ketika kami mendekati ujung jalan tanah sempit yang menuju ke Farmer Grave’s Haunted Orchard. Aku membagikan senter kecil kepada mereka dan kemudian memulai perjalanan kami di dalam.

Tempat itu tampak seperti yang kuduga: deretan gubuk kayu lapis berwarna cerah berjajar di lapangan kosong di samping beberapa baris pohon Satsuma yang telah ditutupi jaring laba-laba palsu dan dekorasi “menakutkan”. Setiap gubuk memiliki papan nama yang menunjukkan nama wahana yang berbeda.

Ada “Horn Toss” yang (dilihat dari ilustrasi di sisinya) adalah permainan ring-lempar di mana kamu mencoba melempar “lingkaran cahaya” ke tanduk iblis, ada “Werewolf Bowling,” yang pasti sudah kamu tau apa.

Baca Juga:  Hari Pertama Masuk Sekolah

Dan favorit pribadiku adalah “The Exorcist” Yang merupakan permainan pistol semprot dengan beberapa potongan kayu di wajah Linda Blair sebagai targetnya. Tangki air buatan terpasang di bawah masing-masing pistol semprot dan bertuliskan “AIR SUCI”.

Kotak Mainan Iblis adalah bangunan terakhir dalam barisan wahana. Bangunan kecil itu diwarna dengan warna merah terang layaknya mobil pemadam kebakaran, dan pintunya yang dibuat sebesar ruangan itu sendiri dan .. digembok.

Seseorang juga sepertinya menyusun lusinan kursi lipat berkarat di depan wahana ini. Erin kemudian mengambil salah satu kursi, membukanya dan duduk sambil berkata “Sekarang kita tunggu.”

“Berapa lama?” Gretchen bertanya.

“Itu bervariasi… tapi mudah-mudahan tidak selamanya.” Erin menunjuk ke padang belantara yang lebat di sebelah kiri kami dan aku menoleh untuk melihat sebuah cahaya dari jendela yang berada jauh di dalam kegelapan sana.

“Lihat itu? Itu adalah rumah keluarga Sawyer. Mereka pasti tahu kita ada di sini. “

Dan itu hal yang bagus? Nada bicara Gretchen tegang dan raut wajahnya mengatakan dia baru saja menyadari betapa dia tidak ingin melakukan semua ini.

Sebelum Erin atau aku bisa menjawab, dia menoleh ke Jason dan bertanya, “Sayang, maukah kau mengantarku kembali ke mobil?”

Jason menatapnya kesal. “Apa? Kenapa?”

“Karena… Semua ini menjadi terlalu nyata.” jawab Gretchen

“Kamu kan tahu apa yang akan kita lakukan di sini. Aku sudah menjelaskan detailnya kepadamu di VIVID. “

“Jason, kumohon..”

“Tidak. Itu omong kosong, Gretch. kau melakukan ini setiap kali.. ” oceh Jason, namun langsung dipotong oleh Gretch

“Aku tahu .. “

“Maafkan aku.” Gretch mengernyitkan matanya saat dia memberi Jason ekspresi cemberut yang menggemaskan yang telah diasahnya selama bertahun-tahun untuk mendapatkan apa yang diainginkan.

Jason mendesah jengkel dan aku menyerahkan kunci mobil padanya.

“Aku akan segera kembali.” Jason bergumam.

Aku menarik kursi dan duduk di sebelah Erin sembari kami menyaksikan sinar dari senter Jason dan Gretchen menyusut ke dalam kegelapan. Sebuah pikiran muncul di benakku saat itu: Seolah-olah ini hampir menyerupai episode Scooby Doo, sekarang kita berpisah. dan tak lama lagi hantunya akan muncul.

Begitu kata-kata itu terlintas di benakku, kami mendengar langkah langkah kaki yang mendekat. Erin dan aku langsung terkejut lalu berdiri berbarengan dan bertukar pandangan panik sebelum berbalik menghadap ke hutan yang berbatasan dengan kebun buah.

 

Selanjutnya: Kotak Mainan Iblis (Part 2)

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*