Dark Riddles: Kawan Lama

Kawan Lama
Dark Riddles

“Hi apa kabar, kawan?”

“Oh Hi juga, lama tak berjumpa, Bagaimana kabarmu?”

“Aku baik. Apa kau sehat? Suaramu agak berbeda.”

“Membuatmu tergoda yah?, hehe” temanku tertawa, “Aku sedang terkena flu.”

“Haha bisa saja kau. Kau sebaiknya minum obat dan banyal beristirahat!”

“Iya, aku seharian ini tidur terus kok.”

“Oh iya, apa kau baca berita? Di kota ini sekarang sedang heboh kasus pembunuh berantai yang berkeliaran. Katanya Pembunuh itu menghabisi korbannya secara diam-diam dengan memasuki rumah mereka lalu menikamnya dari belakang. Berhati-hatilah!”

“Ah tenang saja, aku selalu mengunci rumahku kok. Terima kasih sudah mengingatkan.”

“Bagaimana kalau kau menginap di rumahku saja biar aman. Kau kan tinggal sendiria, lagipula kau juga sedang sakit.”

“Hmm.. aku rasa itu bukan ide yang bagus, aku takut kamu akan tertular nantinya”

“Ayolah, tenang saja aku sudah kebal dengan penyakit seperi itu, lagipula kalau di sini ada aku yang merawatmu kan. Bagaimana?”

“Ya, baiklah. Oh iya, alamat rumahmu dimana. Maaf, aku tidak bisa mengingatnya, kepala sedang pusing sekali”

“Haha masa kamu lupa dengan rumahku. Tega sekali. Rumah kita kan berdekatan. Rumahku ada di Blok L No.13 di komplek selatan.”

“Baiklah, aku segera ke sana, tunggu aku. Bye!”

 

Jawaban

Yang menjawab teleponnya itu adalah si pembunuh. Dia berpura-pura menjadi kawannya si “Aku”

 

Dark Riddles Lainnya:
There are things known and there are things unknown, and in between are the doors of perception ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
error: Alert: Konten Dilindingi !!