Ibu Kandung

Ibu Kandung Seram
CreepyPasta Indonesia

“Apa yang terjadi terhadap ibu kandung ku?” tanya putriku.

Aku sudah menunggu selama 10 tahun untuk hal ini. Ia pasti akan menanyakan mengenai orangtua kandungnya. Aku adalah ayah angkatnya, dan aku tahu hal ini akan terjadi cepat atau lambat, namun aku tak pernah mempersiapkan jawabannya.

Aku ragu, bagaimana cara menjawab pertanyaanya. “Hmm,” gumamku. “Ibumu dan ayah sudah lama menginginkan anak, namun kau harus tahu bahwa ada beberapa orangtua yang cukup kesulitan akan hal itu, jadi kami…” 

Susan memotong ucapanku, “Ayah! Aku bertanya tentang ibu kandungku. Aku sudah tahu kalau kalian bukan…” 

“Hei.. hei! Baiklah, Ayah paham, oke?” ucapku sebelum dia melanjutkan perkataanya.

Wajahnya cemberut. Memang kurasa, lebih baik Susan mengetahuinya sekarang ketika dia berumur 10 tahun, daripada nanti pada saat ia sudah tumbuh menjadi remaja yang pemberontak. Bisa-bisa dia kabur dari rumah.

Anak Yang Cemberut

“Baiklah, orangtua kandungmu, hmm.. ini bukan sesuatu hal yang mudah untuk dibahas. Maaf jika kami belum memberitahumu sampai detik ini. Kami sudah sepakat untuk memberitahumu ketika kau sudah cukup dewasa.” aku menghela napas “Jadi, Ayah kandungmu adalah seorang pemimpin sekte. Apa kau tahu apa itu artinya?” tanyaku.

“Sek … apa?” tanyanya kembali

“Sekte. Dia membangun sebuah perkumpulan di kota kecil di Oregon. Dia mendekati orang-orang yang depresi, kesepian, dan putus asa, Dia berbohong kepada mereka semua dengan menjanjikan hmm .. kau tahu semacam pencerahan, keabadian, dan lainnya. Ibu kandung mu adalah salah satu pengikutnya. Dia benar-benar yakin ayah kandungmu adalah nabi dan umm.. mungkin setengah dewa. Dia sangat setia kepadanya dan ayahmu itu menyuruhnya melakukan hal-hal yang sangat buruk. uh..  “ jelasku terhenti. aku tentunya tak bisa merincikan semuanya di hadapan bocah berusia sepuluh tahun kan.

Baca Juga:  The Onion Head, Legenda Urban dari Louisiana

“Pokoknya dia pergi ke penjara setelah polisi membubarkan sekte itu dan dia meninggal di sana karena bunu … ehm, maksudku dia sakit lalu meninggal. Itu semua terjadi saat kau masih bayi. Tapi dengar, Susan! Yang benar-benar penting adalah bahwa ketika kau datang ke dalam keluarga kami, kami benar-benar menyayangimu seperti anak kami sendiri. Kau paham, Sayang?”

“Baiklah, ya ampun. Aku sudah tahu semua itu ayah.” Jawabnya sambil mengibaskan rambutnya ke satu sisi.

“Tunggu, benarkah itu? Bagaimana kau tahu?”

“Dia memberitahuku. Sekarang serius, Ayah! Apa yang terjadi padanya, Yah? Dia tak mungkin sudah meninggal. Dia barusan di sini. Lalu kenapa lehernya bisa sobek seperti itu?”

“A … apa maksudmu?”

 

“Lihat, dia ada di sana. Di ujung lorong!”

 

Ibu Kandung

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*