Aku Harus Pulang

CreepyPasta Indonesia Aku Harus Pulang
CreepyPasta Indonesia

Logan baru saja meneleponkku, “Hallo, Diana, Apa kau bisa pulang hari ini? Ibu sakit keras, dan ia terus-menerus memanggil namamu. Segeralah kesini!, sebelum hal yang tidak kita inginkan terjadi” 

Setelah mendengar kabar dari kakakku itu, aku segera beres-beres dan memasukan beberapa keperluan ke mobil lalu berangkat menuju rumah ibuku. Ayahku sudah meninggal sejak kecil, dan sekarang hanya beliau satu-satunya orang tua yang kumiliki.

Aku menginjak gas dalam-dalam, namun entah mengapa perjalanan ini terasa lama, terlebih lagi cuaca sedang sangat tidak mendukung, aku jadi sedikit kesulitan melihat jalan.

Di tengah perjalanan aku melihat seorang pria yang mengacungkan jempolnya, yang berarti, dia meminta tumpangan. Meski aku sedang terburu-buru aku juga tidak bisa membiarkan seseorang yang sedang dalam kesulitan terutama di kondisi hujan deras seperti ini.

Cerita Seram

Aku menghentikan mobilku dan memberikannya tumpangan. “Hai, aku Tom. Terima kasih untuk tumpangannya, salam kenal” ucapnya sambil duduk di kursi belakang.

Selama perjalanan kami tidak saling mengobrol, karena suasana hatiku juga sedang tidak karuan, memikirkan kondisi ibuku sekarang ini.

Hingga tiba-tiba, secara mengejutkan Tom menodongkan pistol ke arahku, “Sial! Ini Perampokan!” batinku.

“Jangan melawan, dan kau akan selamat! Cepat antarkan aku ke perbatasan tol!!!” bentaknya

Sialan, apa dia sudah gila. Itu berarti aku harus memutar balik. Lalu bagaimana dengan ibuku? Aku sangat ini bertemu dengannya. Baiklah, Aku tidak peduli, aku akan berusaha bagaimanapun caranya untuk lolos dari perampok keparat ini.



Aku memutar balikan mobilku, namun tiba-tiba mobilku mogok, aku sudah mencoba menyalakannya namun tidak mau menyala, “Hei, kenapa kau berhenti? Apa kau mau macam-macam denganku!?” ucapnya sembari menodongkan pistolnya di pelipisku.

“Mobilnya Mogok! dan aku tidak tahu kenapa. Lebih baik coba kau periksa apakah ada yang salah dengan mobil ini, atau kita tidak akan bisa pergi dari sini!” ucapku.

Perampok itu pun keluar untuk memeriksa mesin mobilku, dan sekarang adalah kesempatanku. Takkan kubiarkan hidup siapapun yang mencoba menghalangiku untuk bertemu dengan ibu.

Aku mengedap-endap keluar dari mobil dan mengambil tali tambang di bagasi, kemudian aku perlahan-lahan mendekatinya dari belakang lalu mencekiknya sekuat tenaga.

“Rasakan ini keparat! Inilah akibatnya jika kau menghalangiku untuk bertemu ibuku!” ucapku sembari mendengar yang tersedak oleh nafasnya sendiri.

Aku meninggalkan jasadnya di tengah jalan, masuk ke mobil, dan mencoba menyalakan mesinnya kembali. Untungnya mobilku langsung menyala dan aku bisa segera melanjutkan perjalanan.

CreepyPasta Indonesia


CreepyPasta Indonesia: Suara Keheningan


Kurang lebih sekitar 6 jam lagi untuk tiba di rumah ibuku. Aku mulai merasa lelah dan mengantuk, sepertinya aku harus beristirahat sejenak. Di ujung jalan aku melihat sebuah rumah kecil, dan memutuskan untuk beristirahat di sana.

Aku mengetuk pintunya beberapa kali hingga akhirnya seorang pria yang terlihat cukup mapan dan tampan membukakan pintu. “Hei Nona! ada yang bisa kubantu?” ucapnya mengagetkanku yang sedang melamun.

“Ah maaf. Bolehkah aku beristirahat sejenak di sini? Perjalananku masih panjang dan aku sudah agak lelah” pintaku.

“Oh, tentu saja. Silahkan masuk” jawabnya tersenyum.

Namun betapa terkejut aku ketika melihat ada beberapa pria lainnya di dalam dan mereka langsung berusaha menyergapku dengan kasar.

“Bajingan! Mereka ingin memperkosaku!” 

Dengan cepat, kuraih pistol yang kuambil dari perampok tadi dan menembak mereka satu persatu.

“Bajingan bajingan ini pantas mendapatkannya!” 

Akupun memutuskan untuk memaksakan diriku melanjutkan perjalanan. Hingga akhirnya aku berhasil tiba di rumah ibuku.



Aku sangat lelah, terutama setelah menghadapi semua kejadian tadi, semoga dosaku membunuh orang-orang itu terbayarkan ketika melihat ibuku, semoga ia baik-baik saja.

Ketika aku masuk ke dalam rumah, seluruh ruangan sangat gelap. “Kemana semua orang? atau jangan-jangan ibuku…? Tidak Mungkin!!!”

Aku langsung berlari menuju ke kamar ibuku, dan tiba-tiba ..

“SURPRISE!!! SELAMAT ULANG TAHUN, DIANA!!!!” ucap teman-temanku beserta kakak dan ibuku.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*